bennerorbit

«

»

Menyikapi Anak Yang Malas Belajar

Laporan Antonius Samosir

Medan-ORBIT :“Rajin pangkal pandai malas pangkal bodoh,” kata pepatah ini sudahlah tak asing lagi. Namun para pelajar kerab lalai mengartikan kata kiasan tersebut. Belajar adalah kewajiban bagi pelajar, hidup tanpa belajar bagaikan menulis diatas air. Ilmu yang ada pada diri kita tidak akan pernah bertambah jika tidak belajar.

Susiah Amni S.PdI selaku kepala sekolah di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Ilmi Medan , yang berlokasi di Jalan Kolam, Komplek Universitas Medan Area (UMA) kepada Harian Orbit Minggu (3/6) menyatakan, penyebab anak malas belajar karena terlalu banyak bermain. Dengan kebiasaan untuk tidak belajar, maka dia akan menjadi akan menjadi malas. Oleh karena itu, kebiasakan itu harus dihindari sejak dini kepada anak-anak. Berikanlah buku-buku bacaan dan mainan edukatif padanya. Sehingga ketika bertambah dewasa dia akan menyukai belajar.

“Tingkatkanlah kedisplinan dalam belajar agar dapat menambah ilmu pengetahuan bagi diri kita sendiri. Seperti mampu untuk menjawab soal-soal pelajaran sekolah menjadi baik. Utamakan kerjasama dalam  belajar bersama-sama dengan teman atau belajar kelompok, dengan cara ini kita bisa sharing dengan berbagai soal yang menyangkut dengan mata pelajaran bersama teman kita,”kata Susiah.

Susiah menambahkan, ada alasan orang malas belajar salahsatunya faktor lingkungan, hal ini sangatlah berpengaruh dalam proses belajar. Apabila lingkungan kita tidak nyaman maka secara otomatis kita akan malas belajar, untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita menciptakan lingkungan senyaman mungkin. Semangat dan keinginan melakukan sesuatu atau lebih dikenal dengan istilah Mood (semangat), sangat berpengaruh dalam proses belajar kita. Pengaruhnya apabila kita sedang tidak mood kita akan sangat malas belajar. Untuk itu, mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita ciptakan mood yang enak untuk belajar.

Dikatakanya, fisik juga sangat berpengaruh dalam proses belajar. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jika kita sakit, proses belajar akan sedikit terganggu.
“Jangankan belajar, mau makan pun malas. Maka dari itu kita harus syukuri anugerah yang telah diberi Tuhan, dengan cara menjaga kesehatan,”ujar Susiah. Jadi diharapkan perlu kerjasama antara orang tua dengan guru yang artinya peran orang tua dan guru sangat penting bagi anak dengan cara motivasi. Pasalnya dengan motivasi ini bisa  mengarahkan anak untuk belajar. Apalagi diusia yang masih dini peran orang tua itu sangat penting,”ujarnya.

Leave a Reply