«

»

Meski Dipasang Garis Polisi, Cafe Remang-remang Membandel

Jhonson Siahaan-Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama S Putra SIK MSi MH saat memberikan pengarahan kepada para kawula muda yang diamankan saat razia kafe remang-remang

Jhonson Siahaan-Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama S Putra SIK MSi MH saat memberikan pengarahan kepada para kawula muda yang diamankan saat razia kafe remang-remang. orbit/Jhonson S

 

Medan-ORBIT : Meskipun sudah diberikan tanda police line (garis polisi-red), oleh Polsekta Medan namun Aliman pemilik Cafe Lestari 3, Jalan Menteng Raya, Medan  dan ayahnya, Hairul, pemilik Cafe Lestari 2, Jalan Panglima Denai, Medan, masih saja nekat membuka usahanya.

Dua cafe tersebut digerebek petugas Polsekta Medan Area yang dipimpin langsung Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama Samtama Putra SIK MSi MH dan mendapati ratusan muda-mudi yang sedang kasmaran di dalam bilik kamar yang disediakan pemilik kafe.

Pantauan Orbit Digital di lokasi, setelah di-police line, ternyata masih ada beberapa kafe remang-remang yang membandel dan buka. Anehnya lagi, kafe tersebut masih buka dengan police line yang melintang menutupi kafe remang-remang tersebut.

Tampak dari luar kafe tersebut memang dipasang garis polisi, tapi didalam banyak sepeda motor dan anak-anak muda yang berpasangan sedang memadu kasih didalam kafe remang-remang yang berukuran 2×1 yang disekat tersebut. Melihat itu, Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama S Putra SIK MSi MH bersama dengan anggotanya berang dan langsung menendang pintu gerbang kafe tersebut. Setelah itu, petugas langsung mengamankan pasang muda-mudi tersebut dan mendatanya yang selanjutnya dipulangkan setelah membuat surat perjanjian. Sementara itu, pemilik kafe remang-remang itu langsung diamankan ke Mapolsekta Medan Area guna pemeriksaan dan penyelidikan.

 

Jhonson Siahaan-Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama S Putra SIK MSi MH saat memberikan pengarahan kepada para kawula muda yang diamankan saat razia kafe remanf-remang.orbit/Jhonson S

 

Kapolsekta Medan Area, Kompol Rama S Putra SIK MSi MH saat dilokasi mengtakan, mereka akan akan terus laksanakan razia mengingat café-cafe tersebut diindikasi sebagai tempat sarana prostitusi yang sangat meresahkan warga. “Pekan depan akan coba kita kumpulkan rapat ke-2 pemilik kafe serta para pemilik kafe dikantor kecamatan bersama muspika dan Ketua MUI Medan Denai,” katanya.

Sambung Rama, pertemuan dan rapat pertama sudah dilakukan dandilaksanakan pada 3 minggu yang lalu dengan kesepakatan bersama yakni silahkan buka usaha setelah dilakukan renovasi.
“Adapun renovasi yang kita mintakan sesuai dengan peraturan yang berlakuk yakni bilik-bilik dibuat rendah minimal 1/2 meter, dibuatkan lampu penerangan dan dibuatkan himbauan agar ditempelkan stiker yang berisi larang asusila, miras, judi dan narkoba. Akan tetapi mereka mengingkari dan tetap buka dengan nyata dan menyediakan bilik-bilik tertutup seperti untuk giat prostitusi. Maka dari itu akan kita tindak terus,” bebernya.

Rama mengaku, muda-mudi yang berpasangan tersebut setelah didata, maka diberikan pengarahan dan dibuat pernyataan tak akan kembali ke tempat tersebut.

“Pemilik kafe kita amankan dan mintai keterangan di Mapolsekta Medan Area,” pungkasnya.

 

Laporan| Jhonson Siahaan
Editor| M Asril

Leave a Reply