• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.395
  • USD VS IDR :11424.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Misteri Pertemuan Wakil Ketua DPP PPP Dengan Jagoan PKS di Pilgubsu, Hasrul Azwar ‘Sodorkan’ Putranya, Gatot Menolak

Gatot lebih tertarik bersanding dengan Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal dari pada putra Hasrul Azwar yang bernama Irsal. “Kepentingan politik Hasrul tidak masuk akal dan tidak etis.”

 

Medan-ORBIT:Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkesan jadi alat kepentingan politik praktis Wakil Ketua Umum (Waketum) Hasrul Azwar (foto).

Partai berlambang Ka’bah ini dijadikan dagangan sang Waketum Hasrul Azwar demi mencari keuntungan pribadi dan keluarga.

Misteri pertemuan Hasrul Azwar dengan jagoan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut Gatot Pujo Nugroho di Hotel Polonia Medan beberapa waktu lalu adalah faktanya. Pertemuan itu juga mengungkap siapa sebenarnya sosok Hasrul Azwar.

Dalam pertemuan itu, Hasrul ternyata menawarkan putranya bernama Irsal mendampingi Gatot Pujo Nugroho di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2013 mendatang.

Gagasan Hasrul menyodorkan putranya bernama Irsal ini dinilai tak masuk diakal dan aneh, karena publik tidak mengenal figure tersebut, apalagi sepak terjangnya di kancah politik Sumut.

Pernyataan itu keluar dari mulut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut Ridwan Bustan, Senin (5/11).

Kata Ridwan, pertemuan Hasrul dan jagoan PKS itu bukan sekedar minum kopi, tapi menawarkan anak Hasrul mendampingi Gatot.

Ridwan Bustam mengaku, partainya (Hanura,red) di Pilgub Sumut 2013 mendatang berkoalisi dengan PKS untuk mengusung Gatot Pujo Nugroho.

“Jadi sedikit banyaknya informasi pertemuan tertutup antara Hasrul dan Gatot diketahui partai Hanura,” kata Ridwan.

Dalam pertemuan itu, kata Ridwan, Gatot tidak respon dengan tawaran yang disodorkan Waketum DPP PPP Hasrul Azwar.

Menurut dia, Gatot justeru lebih tertarik bersanding dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilyah (DPW) PPP Sumut Fadly Nurzal dari pada putra Hasrul Azwar.

Karena, tambah Ridwan, Fadly Nurzal berpengalamanan di partai dan dikenal orang. Sedangkan anak Hasrul masih muda dan belum perpengalam di politik dan pemerintahan. Apalagi orang belum mengenal putra Hasrul. Keadaan ini akan mempengaruhi suara Gatot merebut Sumut satu.

Menyikapi dugaan misi terselubung Hasrul, mengatakan, aktivis Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM) Muhammad, Senin (5/11), mengatakan PPP telah menjadi alat kepentingan politik praktis Hasrul Azwar.

Menurut dia, pernyataan kader Hanura Hasrul menyodorkan putranya mendampingi Gatot di Pilgub Sumut sangat tidak etis.

Pertanyaannya, lanjut Muhammad, apakah Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal mengetahui misi Hasrul Azwar tersebut?

“Saya yakin Fadly tidak mengetahui misi Hasrul tersebut. Tentu sebagai Ketua DPW PPP Fadly tersinggung dan meresa dilecehkan. Ini berbahaya bagi PPP. Atau jangan-jangan sudah ada gontok-gontokan antara Hasrul dan Fadly?” ucapnya.

Muhammad meminta, Ketua DPW PPP Fadly Nurzal segera melaporkan catur politik Hasrul Azwar ke Ketua Umum (Ketum) PPP Sumut Surya Darma Ali (SDA).

Sekadar Silaturahmi

Catur politik dimainkan Hasrul, lanjut Muhammad, bisa menjadi senjata makan tuan bagi partai ka’bah Sumut. “Laporkan segera tindak-tanduk Hasrul itu ke SDA. Fadly tidak boleh diam, karena ini menyangkut masa depan PPP sendiri agar ada tindakan tegas bagi kader seperti Hasrul,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Sumut, AM Damanik mengatakan pertemuan Hasrul dengan Gatot, mencoreng wajah PPP sendiri. Rasa malu tidak ada lagi di kader PPP, sehingga Hasrul menyodorkan putranya ke Gatot.

“Ironisnya, Hasrul sanggup menentang kebijakan partai mendeklarasikan anaknya ke Gatot. Berarti Hasrul mengkesampingkan dan mengangkangi hak partai, serta ingin bersiteru di kancah politik. Jadi apakah PPP dan PKS bisa bekerjasama dengan kebijakan Hasrul,” kata Damanik.

Pernyataan kader partai Hanura Sumut ini, langsung dikonfirmasi Harian Orbit, kepada Waketum  DPP PPP Hasrul Azwar. Namun Hasrul membantahnya.

Pertemuan tertutup itu, menurut Hasrul sekadar silaturahmi dan minum kopi bersama dengan Gatot. Karena sudah lama tidak ketemu dan tidak ada kepentingan terselubung.

“Pertemuan  saya dengan Gatot, bukan bicara soal melamar Gatot untuk bersanding dengan anak saya, Irsal. Jadi terserah orang mau bilang apa. Setahu saya, Partai Kabah ini mencalonkan kadernya, Fadly Nurzal. Saya juga sependapat dan setuju Fadly mendampingi Gatot,” tutur Hasrul.

Ketika Fadly Nurzal di konfirmasi Harian Orbit melalui telepon selulernya menyebutkan,  pertemuan dengan Hasrul Aswar dan Gatot Pujo Nugroho hanya silaturahmi. Sedangkan untuk calon di Pilgubsu, masing-masing partai ada mekanismenya. “Jadi berita itu tidak benar,” katanya.Om 30

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login