bennerorbit

«

»

Oknum BKD Diduga Dagang Jabatan

Simalungun-ORBIT:  Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun Januari ini berdampak buruk. Selain menimbulkan keresahan di kalangan pejabat, isu jual beli jabatan merebak ke mana-mana. Diduga kuat, oknum di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) berperan dalam menjalankan ‘bisnis’ jabatan itu.

Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Rabu (4/1), diketahui untuk jabatan camat, kepala bidang dan sekretaris dinas, calon pejabat yang menginginkan jabatan tersebut diminta untuk menyiapkan uang antara Rp60 juta hingga Rp 100 juta.

Selain mereka menginginkan jabatan itu, para pejabat yang masih duduk dan tidak ingin dimutasi juga dimintai imbalan antara Rp30 juta hingga Rp50 juta untuk eselon III, dan antara Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk eselon II.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Simalungun Bernhard Damanik mengharapkan Bupati Jopinus Ramli Saragih mengambil langkah-langkah tepat untuk menghindari praktik jual beli kursi pejabat tersebut. Bupati harus menindak tegas oknum pejabat di BKD yang terbuki melakukan praktik ‘bisnis’ jabatan.

“Bupati Simalungun harus menugaskan Inspektorat untuk mengusut adanya praktik menjual jabatan oleh oknum di BKD. Jika memang benar (ada transaksi), tindakan oknum itu sangat keterlaluan, tidak bisa ditolelir lagi,” ujar Bernhard.

Sementara itu, munculnya isu jual beli jabatan itu, langsung dibantah Kepala BKD Pemkab Simalungun Resman Saragih. “Tidak ada itu,” klaim Resman.

Di bagian lain,  sejumlah pejabat eselon II dan III disebut-sebut bakal dimutasi, bahkan beberapa di antaranya tidak diberi jabatan pengganti atau nonjob.

Kondisi inipun kembali menimbulkan keresahan di kalangan pejabat, termasuk pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Parahnya, wacana mutasi pejabat tersebut dimanfaatkan oleh oknum di Badan Kepegawain Daerah (BKD) untuk melakukan praktik jual-beli jabatan dengan imbalan uang yang cukup besar.Od-32