• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Pembakaran Al Quran, WTC dan Warga AS Masuk Islam


Komunitas muslim Amerika Serikat

Keagungan ajaran Islam bertemu pada saatnya yang tepat
dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat
Amerika yang sekuler selama ini.

 

MASIH ingat berita pembakaran Al Quran sejak 11 Agustus tahun lalu, yang sempat menimbukan kemarahan umat Islam dunia. Namun, di balik tidakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu, Allah Swt kiranya mempunyai jalan lain.

 

Peristiwa pembakaran Al Quran itu ternyata berdampak sangat postif, justru banyak warga Amerika Serikat yang masuk Islam setelah peristiwa itu. Menurut laporan pers terjadi lonjakan yang signifikan dalam kasus orang yang masuk Islam di seluruh negeri.
Muhammad Al-Nassir, Direktur Pusat Islam dari wilayah metropolitan Washington, yang meliputi lima area termasuk Maryland, Virginia dan Washington, DC, menyatakan tidak kurang 180 warga AS termasuk seorang wanita dari berbagai usia telah menyatakan diri masuk Islam.

 

Mereka memeluk agama Islam bertepatan dengan adanya ancaman membakar Al-Quran 11 September 2010 dan terkait pro-kontra rencana pembangunan masjid di dekat lokasi Ground Zero di New York. Kabar itu diposting situs Al Arabiya.net.

Nassir menghubungkan penyebab tingginya warga AS yang menyatakan diri masuk Islam di daerah vital atau kota utama Amerika Serikat, karena mereka membaca dan mempelajari tentang Islam dan biografi Nabi Muhammad Saw. Lalu mereka tertarik lebih jauh untuk belajar tentang Islam.

Seorang warga negara Amerika Serikat, Robert Spencer, dari timur laut Washington, DC, yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Abdul Rahman.

 

“Saya mengikuti pertumbuhan pesat agama Islam di dunia Barat, dan orang-orang di sini mengakui bahwa jumlah orang yang masuk Islam setiap tahun di dunia Barat sangat besar dan cepat, dalam 12 tahun telah dibangun lebih dari 1.200 masjid di Amerika Serikat (rata-rata seratus masjid setahun),” ungkap Abdul Rahman.

 

Hal itu, lanjut Abdul Rahman, adalah aneh sebagian besar orang-orang yang memeluk Islam adalah warga Amerika yang beralih menjadi pendukung Islam yang kemudian melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang luar biasa.

Moran (33) dari negara bagian Virginia, yang merupakan seorang peneliti menegaskan, 20 ribu orang Amerika masuk Islam setiap tahunnya setelah peristiwa 11 September.

“Seiring berjalannya waktu, kunjungan warga AS semakin meningkat ke masjid, dan mereka juga mengunjungi Islamic Center yang ada di Washington, Virginia, Minnesota dan tempat lainnya,” kata pimpinan Darul Huda AS.

Keagungan Ajaran Islam

Tuhan dalam bentuk blessing in disguise ( pemberian berkah) padalah nyata
di balik peristiwa WTC 11 September 2001 diakui oleh masyarakat Islam Amerika. Karena kasus sangat mengerikan itu dituduhkan kepada
Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru terundang
kuriositasnya untuk mengetahui Islam lebih jauh.

 

Sebagian karena semata-mata ingin mengetahui saja tentang Islam, sebagian lagi mempelajarinya  dengan sebuah pertanyaan dibenaknya: “Bagaimana mungkin dalam zaman modern dan beradab ini agama ‘mengajarkan’ teror, kekerasan dan suicide bombing dengan ratusan korban tidak berdosa?”

 

Ignorance of Islam (ketidaktahuan sama sekali tentang
Islam). Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan
Eropa) tentang Islam hanya satu yaitu media yang menggambarkan Islam
tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris,
uncivilized, kejam terhadap perempuan dan sejenisnya.

 

Seperti yang disaksikan Eric, seorang Muslim pemain cricket warga Texas, setelah peristiwa WTC, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka
kemudian ramai-ramai membeli dan membaca Al-Quran setiap hari, membaca
biografi Muhammad Saw dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya.

Hasilnya, dari membaca sumbernya langsung, mereka menjadi tahu ajaran
Islam yang sesungguhnya. Ketimbang bertambahnya kebencian, yang terjadi
malah sebaliknya. Menemukan keagungan serta keindahan ajaran agama yang
satu ini.

 

Keagungan ajaran Islam ini bertemu pada saatnya yang tepat
dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat
Amerika yang sekuler selama ini. Karena itu, Islam justru menjadi
jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini.

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login