• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.395
  • USD VS IDR :11424.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Pembangunan Masjid Agung Kisaran, Bupati Diisukan Terima Rp 50 M

Proyek pembangunan Masjid Agung Kisaran berada di atas lahgan HGU PT BSP kini sedang dalam pengerjaan.

Proyek pembangunan Masjid Agung Kisaran berada di atas lahgan HGU PT BSP kini sedang dalam pengerjaan.

 

Walau diakui dibangun di atas lahan HGU PT. Bakrie Sumatera Plantation (BSP) Kisaran, tetapi sudah dilakukan MoU. Sedangkan masalah sertifikatnya sampai kini belum ada dan akan dibuat setelah HGU-nya habis, makanya pembangunan Masjid Agung Kisaran menuai kontroversi sehingga menimbulkan teka-teki.

Asahan-ORBIT: Berbagai tudingan miring muncul terhadap pembangunan Masjid Agung Kisaran yang direncanakan menelan biaya hingga puluhan miliar rupiah.

Isu itu muncul terkait status tanah, proyek terbengkalai hingga dugaan adanya bantuan dari keluarga Alm Bakri yang diselewengkan. Tak tanggung –tanggung, isu itu mengarah kepada orang nomor 1 di Kabupaten Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP.

Isu yang mengemuka saat ini menyebutkan lahan pembangunan masjid masih bermasalah soal sertifikat tanah. Pasalnya, lahan berukuran lebih kurang 60 x 180 meter ini diketahui berada di wilayah HGU PT. Bakrie Sumatera Plantation (BSP) Kisaran, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman depan Kantor Bupati Asahan karena hingga kini belum ada pelepasannya.

Selain itu, penyelesaian proyek juga menjadi perbincangan masyarakat Asahan. Sejumlah kalangan menduga terdapat penyimpangan anggaran proyek berupa mark up dan disalah gunakan sehingga masjid tak kunjung rampung. Oknum bersangkuatan sengaja memperlamanya agar dapat meraih keuntungan lebih besar.

Lebih parah lagi, Bupati Asahan diduga telah menerima bantuan uang sebesar Rp50 miliar dari keluarga Bakri untuk pembangunan masjid yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Asahan. Ironisnya, bantuan itu tidak digunakan untuk keperluan proyek.

 

Lahan HGU

Atas sejumlah tudingan, Bupati Asahan pun angkat bicara dan tegas membantahnya. Tampaknya Taufan tak ingin jadi sasaran isu yang dapat mengganggu kepemimpinannya.

Dihadapan PNS dan masyarakat Asahan, Taufan mengungkapkan tudingan itu tidak benar. Bahkan ia mengatakan, isu ini sengaja dihembuskan demi kepentingan politik semata. “Pembangunan Masjid saja dipolitisir,“ ujar Taufan yang sebelumnya pernah menjadi Wakil Bupati Asahan ini.

Taufan menegaskan pembangunan Masjid Agung Kisaran sudah memenuhi prosedur, termasuk didirikan bukan di lahan bermasalah. “Pemkab tidak akan membangun proyek di lahan bermasalah, apalagi pembangunan sebuah masjid,“ ujar Taufan saat melaporkan kinerjanya, Senin (21/1) di Gedung Serba Guna Kisaran.

Bangunan di atas lahan HGU BSP ini sudah dibuat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) dan akan dilakukan pelepasan status tanah mejadi areal masjid. “Jadi tidak benarlah kalau dikatakan tanahnya tak jelas,” tegasnya kembali.

 

Belum Pasti

Tetapi pada kesempatan tersebut, Bupati mengakui surat tanah ataupun sertifikatnya dibuat setelah habis masa HGU-nya dan belum dapat memastikan kapan akan terealisasi. “Masih menunggu habis HGU BSP. Kalau tahun depan habis, maka suratnya akan rampung, namun jika 10 tahun lagi, ya 10 tahun juga suratnya keluar,” terangnya.

Meskipun demikian, bupati tetap mengatakan legalitas dan surat tanahnya akan jelas sesuai Mou yang disepakati.

Begitu juga soal lamanya penyelesaian proyek, Taufan meluruskan isu yang berkembang. Proyek ini dilakukan secara bertahap dan selesai di tahun 2015 karena kontruksi bangunan sangat banyak dan biayanya juga besar. “Proyek ini bertahap diselesaikan satu demi satu karena anggaran biayanya cukup besar yang akan dialokasikan dari APBD Asahan. Jadi, pekerjaan harus bertahap,” katanya.

Kesempatan itu, Bupati Asahan membantah adanya bantuan dari pihak Bakri sebesar Rp50 miliar untuk pembangunan masjid tersebut. “Ada yang bilang saya menerima bantuan uang Rp50 M dari keluarga Bakri. Alhamdulillah, hingga sekarang saya menerima 0 rupiah. Jadi, belum ada saya terima uang itu,” terang Taufan.

Ia berharap kepada elemen masyarakat cerdas menyikapi perkembangan yang ada sekaligus mengkonfirmasi kebenarannya. “Silahkan beri masukan dan kritikan. Tapi yang cerdas. Informasi harus dikonfirmasi kebenarannya,“ ujarnya. Od-Rap

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login