«

»

Pembangunan Pasar Sukaramai Tidak Punya IMB, PT Kasama Ganda Harus Ditindak Tegas

FOTO 4

 

Medan-ORBIT: Persoalan Pasar Sukaramai seakan tak pernah habis. Bencana kebakaran, kemacatan hingga proses pembangunan kembali Pasar Sukaramai yang diduga menyalahi aturan.

Informasi dihimpun Harian Orbit hingga Kamis (9/5), pembangunan Pasar Sukaramai diduga tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Perusahaan PT Kasama Ganda yang mengerjakan proses pembangunan diminta untuk diberi tindakan tegas.

Ketua Lembaga Pemerhati Pengkajian Pembangunan dan Sosial (LP3S) Sumut, Jaya Simanjuntak membeberkan, pembangunan Pasar Sukaramai yang diperuntukkan bagi pedagang korban kebakaran tiga tahun silam, tidak memiliki IMB.

Terkait hal ini, Jaya mendesak Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) menstanvaskan proses pembangunannya.

“Kami juga mendesak pemanggilan terhadap Dirut PT Kasama Ganda, Sulaiman untuk dimintai pertanggungjawabannya. Apalagi proses pembangunannya terkesan dipaksakan dan tidak mengacu pada konsep yang ada,” kata Jaya.

Menurut Jaya, PT Kasama Ganda tidak bisa membangun Pasar Sukaramai sebelum adanya penerbitan IMB dari Dinas TRTB.

Bahkan, menurut Jaya, proses pembangunan Pasar Sukaramai diduga tidak melalui proses lelang. “Untuk itu, dari awal proses pembangunan ini memang tidak sesuai aturan,” kata Jaya.

Ketika dikonfirmasi kepada Dirut PT Kasama Ganda, Sulaiman mengatakan, izin pembangunan Pasar Sukaramai sudah ada. Akan tetapi masih dalam proses penerbitan oleh Dinas TRTB.

“Awalnya lahan eks kebakaran Pasar Sukamai itu mau dibuat lokasi penghijauan, tapi pedagang korban kebakaran protes dan harus dibangun pasar tradisional. Karena mereka tidak mau kehilangan lapak jualan. Maka kita sebagai investor dipercayakan PD Pasar untuk membangunnya,” beber Sulaiman.

Soal proses pembangunan tanpa lelang, Sulaiman berdalih para pedagang membutuhkan pembangunan pasar secepatnya.

“Kita sebagai investor terlebih dulu merogoh kocek hingga Rp4 miliar untuk mengerjakan pasar. Dan itu sudah mendapat persetujuan dari PD Pasar,” kata Sulaiman.

              

Menunggu IMB

Sulaiman mengatakan, Pasar Sukaramai akan dibangun 336 kios untuk menampung para pedagang. Pasar tradisional itu akan dibangun empat lantai.

“Lantai bawah untuk pedagang basah, lantai dua dan tiga untuk pedagang pakaian, serta lantai atas untuk parkir,” kata Sulaiman.

Nantinya, lanjut Sulaiman, kios-kios tersebut akan dijual kepada pedagang dengan mencicil setiap bulan selama lima tahun. Seperti lantai bawah dijual Rp60 juta, sedangkan lantai dua dan tiga Rp90 juta. Pedagang akan dikenakan down payment (DP) 20 persen.

“Mana ada investor yang mau mendahulukan dananya untuk pembangunan Pasar Sukaramai. Jadi segala sesuatu menyangkut izin maupun lainnya, silakan tanya kepada Dirut PD Pasar,” kata Sulaiman.

Terpisah, Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny H Sihotang ketika dikonfirmasi mengatakan, PT Kasama Ganda merupakan mitra kerja yang mampu mendahulukan dananya untuk proses pembangunan Pasar Sukaramai.

Benny juga mengakui IMB masih dalam proses pengurusan di Dinas TRTB.

Sedangkan Kepala Dinas TRTB Kota Medan, Sampurno Pohan mengatakan, proses izin pembangunan Pasar Sukaramai segera diterbitkan.

Kata Sampurno, investor boleh membangun sambil menunggu IMB yang akan dikeluarkan.

“Bukan kita teledor, tapi proses IMB masih menunggu kelengkapan permohonan izin, yakni surat perjanjian dengan PD Pasar. Jadi untuk sementara proses pembangunan boleh dikerjakan, sehingga tidak menuai protes para pedagang,” pungkas Sampurno. Om-18

Leave a Reply