bennerorbit

«

»

Periksa Sekda Madina M Daud Batubara

Ilustrasi

Ilustrasi

Dugaan Korupsi Tanah Kuburan Padangsidimpuan Rp4,9 M,

“Sangat menyakitkan bila tanah kuburan diperuntukkan untuk orang meninggal pun dikorupsi. Kejatisu harus usut tuntas,”

 

Medan-ORBIT: Dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan Padangsidimpuan Rp4,9 miliar kembali mencuat.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Mandailingnatal M Daud Batubara yang diduga terlibat dalam kasus dugaan kasus tersebut, ketika menjabat Kabag Tata Pemerintahan Kota Padangsidimpuan.

Penegasan itu diungkap massa Pengurus Besar Liga Mahasiswa Mandailing Natal (PB-LIMMA), saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (1/5).

Koordinator aksi massa, Rahmad Effendi Rangkuti kepada Harian Orbit mengatakan, Kejatisu harus benar-benar serius mengusut kasus tersebut.

“Kejatisu saya harap segera melakukan pemeriksaan terhadap Daud Batubara. Sangat menyakitkan bila tanah kuburanpun yang diperuntuhkan untuk orang yang meninggal pun dikorupsi,” Rahmad Effendi Rangkuti.

Dikatakan Rahmad, M Daud Batubara harus segera diperiksa soal kasus itu, dan kejaksaan jangan lagi main-main karena hal itu menyangkut masyarakat di Kota Padangsidimpuan.

“Jangan sampai M Daud Batubara lolos dari jeratan hukum. Sebaiknya, Kejatisu segera mengusut keterlibatan M Daud,” kata dia

Rahmad mengatakan, pihaknya akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) memonitor kinerja Kejatisu dalam mengusut kasus tersebut.

“Apabila pernyataan kami tidak segera disikapi, maka kami akan menyurati KPK dan Kejaksaan Agung RI untuk mengusut segala tindak pidana yang terjadi di Sumut khususnya Kabupaten Mandailing Natal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare SH mengatakan saat ini Kejatisu masih menulusuri bukti baru soal kasus tersebut.

“Kita masih mengumpulkan banyak bukti dan semuanya juga butuh proses. Bila dari PB LIMMA sendiri menemukan bukti baru, kami harap segera memberitahukannya sehingga penyelidikannya bisa berlanjut,” bebe Marcos.

Setelah mendapat kejelasan dari Marcos, massa kemudian membubarkan diri dari Kejatisu.

Namun mereka mengancam, bila tuntutan tersebut tidak disikapi sesegera mungkin, maka aksi serupa akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan banyak massa dari berbagai elemen pergerakan anti korupsi Mandailing Natal dan Sumatera Utara. Om-26

Leave a Reply