bennerorbit

«

»

Peringatan HAN Momentum Peduli Hak Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli diharapkan menjadi momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi bangsa terhadap hak-hak anak.

“HAN momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi,” kata anggota Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) Ilma Sovri Yanti di Jakarta, Selasa (23/7).

Setiap tahun Indonesia merayakan HAN yang bermula dari sebuah gagasan untuk mewujudkan kesejahteraan anak. HAN diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Kepres No. 44/1984 tanggal 19 Juli 1984.

Ilma Sovri Yanti mengatakan, peringatan HAN juga untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orang tua, masyarakat, serta bangsa dan negara.

“Kenyataannya masih sedikit anak yang tersentuh untuk dapat merayakannya. Bisa jadi karena ketidakpahaman atau memang sama sekali tidak dilibatkan. Anak-anak di pengungsian misalnya atau anak-anak difabel, padahal anak-anak ini masuk dalam kondisi darurat yang wajib diberikan perlindungan khusus,” katanya.

Masalah anak berkebutuhan khusus masih belum tersentuh secara menyeluruh sehingga masih banyak penegak hukum yang salah dalam proses penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Begitu juga dengan masalah eksploitasi anak baik dalam bidang sosial, ekonomi dan politik juga masih terjadi.

Semakin banyak kasus yang melibatkan anak-anak Indonesia mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, dan kasus lainnya menunjukkan potret perlindungan anak Indonesia masih buram, tambah dia.

“Negara masih belum mampu memberikan pelayanan dan fasilitas untuk warganya dan para aktivis anak masih gagal dalam melakukan kerja advokasi guna memberikan perlindungan terhadap anak yang netral dan tidak berbau proyek,” tambah Ilma.

Ia berharap melalui perayaan HAN 2013 akan muncul kesadaran publik bahwa anak yang rentan dan minoritas juga mempunyai hak yang sama. Ant

Leave a Reply