• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.421
  • USD VS IDR :11427.50
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Pertamina Awasi Agen dan Distributor Elpiji

Terkait Kenaikan Harga Elpiji di Pasaran

MEDAN-ORBIT : Setelah mendengar harga elpiji dipasaran naik hingga Rp 3000/tabung berukuran 3 kg ataupun 12 kg. Ditingkat pengecer harga gas elpiji sudah naik, menyusul isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang oleh ternyata ditunda. Dari itulah pihak Pertamina menyatakan bahwa belum ada kebijakan menaikkan harga jual elpiji, mengingat adanya kenaikan harga elpiji sebelah pihak saja.

Pihak pertamina menegaskan bagi para agen atau distributor elpiji yang menaikkan harga jual tanpa seijinpihaknya, maka Pertamina akan memberikan tindakan tegas bagi mereka.

“Pertamina sedang mengawasi ketat penjualan elpiji di distributor menyusul adanya laporan harga jual di pengecer naik sekitar Rp2.000 per tabung baik untuk tabung 3 kg dan 12 kg,” kata Assistant Customer Relation FRM Region I Pertamina, Sonny Mirath, di Medan, hari ini. Hasil penyelidikan di distributor hingga akhir pekan ini, pengusaha masih menjual dengan harga normal.

“Jadi harga jual yang naik itu dipastikan ulah pengecer dan itu diluar tanggung jawab Pertamina,” katanya. Dia mengakui, permintaan elpiji meningkat terus sejalan dengan program konversi yang sudah rampung di 27 kota/kabupaten di Sumut. Dengan rampungnya program konversi, maka minyak tanah bersubsidi sudah tidak ada lagi di 27 kota/kabupaten tersebut dan itu memicu penggunaan elpiji yang harganya lebih murah dibandingkan minyak tanah non subsidi.

Penyaluran elpiji untuk Sumut setiap harinya rata-rata sekitar 1.100 metrik ton. “Manajemen terus mengawasi ketat penjualan elpiji dan diharapkan instansi yang berwenang mengawasi pedagang eceran bisa melakukan hal sama sehingga konsumen tidak dirugikan,”katanya. Dia menegaskan, tidak ada alasan pedagang menaikkan harga jual, karena selain harga tebus tidak naik, stok banyak dan harga transportasi juga belum naik menyusul ditundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pedagang pengecer gas elpiji di kawasan Medan Kota, Sangkot, mengakui, kenaikan harga jual dilakukan pedagang menjelang 1 April dimana pada tanggal itu menurut rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM. “Tetapi meski BBM batal dinaikkan, diakui pedagang masih mempertahankan harga yang sudah naik itu dengan perhitungan untuk antisipasi terjadinya kenaikan harga BBM yang diyakini kuat pasti dilakukan pemerintah juga,” katanya.

Kalau tidak dinaikkan, nanti modal tak cukup untuk menebus harga elpiji yang dipastikan naik kalau BBM naik atau harga transportasi yang naik,katanya. Kenaikan harga juga biasanya mengacu pada kondisi pasar. “Kalau pedagang lain sudah menaikkan harga, biasanya pedagang lain ikut-ikutan juga,” katanya. Harga elpiji 3 kg akhir pekan ini masih bertahan Rp16.000 -Rp17.000 dari harga normal Rp14.000-Rp15.000 dan harga elpiji 12 Kg sebesar Rp75.000-Rp77.000 dari sebelumnya Rp72.000 – Rp73.000 per tabung.

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login