• Nasdaq :3505.292+17.439 - +0.50%
  • UK Main Index :6586.71+45.10 - +0.69%
  • Australian All Ords :5412.600+32.300 - +0.60%
  • Australian 200 :5420.300+32.100 - +0.60%
  • AUS VS USD :0.9378
  • USD VS JPY :102.285
  • USD VS IDR :11482.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Petinggi Dishub Diduga Tersangkut Kasus Pungli Jembatan Timbang, Sekretaris Ali Amas Diperiksa

Jembatan Timbang, Ist

Jembatan Timbang, Ist

 

Medan-ORBIT: Kira-kira semacam mengulang ‘sukses’ menangkap tangan pegawai jembatan timbang Sibolangit saat melakukan pungli, Kejati Sumut beraksi lagi.

Kabar berhembus kencang, ramai-ramai pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut. Termasuk para petingginya.

Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Selasa (2/4), Kejati memeriksa petinggi dan pegawai Dishub Pemprov Sumut terkait pungli jembatan timbang.

Tentu mengingatkan publik, setahun silam Intelejen Kejati Sumut menyamar menjadi supir truk dan akhirnya menangkap tangan tiga pegawai jembatan timbang Sibolangit sedang meminta sejumlah uang ke para supir.

Bukan lagi kasat mata, jembatan timbang kerap menjadi sasaran pejabat nakal Dishub memeras supir truk yang mengangkut muatan melebihi tonase.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Humas Kejati Sumut Chandra Purnama kepada Harian Orbit, Selasa (2/4), saat dikonfirmasi mengakui sejumlah petinggi dan pegawai di Dishub diperiksa pihaknya.

Dalam keterangannya, Chandra mengaku kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

“Belum diperiksa, namun sebatas diklarifikasi. Kita masih mengumpulkan bukti-bukti awal,” kata Chandra.

Chandra mengakui pemeriksaan sejumlah pejabat Dishub Sumut memang terkait Pungli di sejumlah jembatan timbang.

Dia mengaku, meski sudah mengetahui modus penyimpangan keuangan negara itu berupa pungli, namun dalam kasus ini sulit dibuktikan sebab tidak tertangkap tangan seperti kasus sebelumnya.

“Kalau yang lama kan jelas kita tangkap tangan. Sedangkan ini perlu ditelusuri lagi untuk mencari bukti-buktinya,” tegas Chandra.

Disinggung lebih jauh soal nama-nama pejabat yang diperiksa itu, Chandra enggan berkomentar banyak. “Belum bisa kita beberkan karena masih tahap klarifikasi,” tandasanya.

Sinyalemen yang beredar di lingkungan Dishub Sumut menyebutkan, beberapa pejabat yang telah memenuhi panggilan Kejati Sumut di antaranya Plt Sekretaris Dishub Sumut, Ali Amas.

Ketika dikonfirmasi, Ali Amas membenarkan pemeriksaan itu. “Biasalah itu, namanya kita hidup di negara Pancasila. Sebagai warga negara yang baik, ya kita harus datang memenuhi panggilan, jadi tidak ada masalah” ucap Ali Amas.

Ditempat terpisah, Kasishub Sumut Anthony Siahaan saat dikonfirmasi perihal pemanggilan dan permintaan keterangan membenarkan hal itu.

“Benar ada pemanggilan dan permintaan keterangan dari Kejati Sumut soal dugaan Pungli jembatan timbang. Saya yang perintahkan staf tersebut untuk memberikan keterangan dan klarifikasi,” ujarnya usai mengikuti Pra Musrenbang di Hotel Santika Medan.

Dijelaskannya, keterangan yang diberikan merupakan bentuk klarifikasi tentang pengutipan jembatan timbang.

“Salahsatunya retribusi kelebihan beban angkutan dan kelayakan kendaraan,” jelas Anthony.

Ketika ditanya soal pemeriksaan dirinya oleh penyidik Kejati Sumut, Anthony membantah hal itu.

“Saya di rumah tidur, staf dan pejabat terkait di bidangnya yang saya perintahkan langsung untuk memberikan keterangan,” kata Anthony lagi.

Ditanya berapa total jumlah nilai retribusi kelebihan beban angkut di seluruh jembatan timbang Dishub Sumut, hingga kini sudah mencapai Rp6 miliar.

“Untuk perhitungan sampai bulan Maret sekira Rp6 miliar. Uang tersebut langsung disetor tiap harinya ke kas daerah. Jadi tidak singgah kemana-mana uangnya,” papar Anthony.

Sebelumnya sekira tahun 2011, tim dari Kejati Sumut pernah memergoki beberapa oknum petugas jembatan timbang di UPT (Unit Pelayan Tehnis Sibolangit), Kabupaten Deli Serdang sedang melakukan pungli terhadap supir truk pengangkut sayur mayur. Or-12/Om-19

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login