• Nasdaq :3414.828-59.805 - -1.72%
  • UK Main Index :6541.61-42.15 - -0.64%
  • Australian All Ords :5380.300+26.700 - +0.50%
  • Australian 200 :5388.200+29.300 - +0.55%
  • AUS VS USD :0.9348
  • USD VS JPY :101.514
  • USD VS IDR :11430.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Petinggi PDAM Tirtanadi Kasak-kusuk, ‘Selir’ Bos Diduga Atur Uang Masuk & Keluar

Dirut PDAM Tirtanadi, Azzam Rizal. Ist

Dirut PDAM Tirtanadi, Azzam Rizal. Ist

Karyawan ‘Diultimatum’ Rahasia Cukup Pecah di Perut

Harian Orbit kini tengah menelusuri adanya pengakuan blak-blakan dari salah seorang wanita pekerja salah satu showroom mobil ternama buatan Jepang, terkait hubungan seks terlarangnya dengan bos PDAM Tirtanadi Medan.

 

Medan-ORBIT: Setahun lebih, empat Direksi PDAM Tirtanadi periode 2011-2015 secara resmi dilantik Gubsu Syamsul Airifin diwakili Plt Sekdaprovsu Rachmatsyah.

Selanjutnya kabar santer terdengar, hanya beberapa bulan setelah pelantikan, para petinggi dari perusahaan daerah milik Pemprovsu itu sudah mulai pecah kongsi. Akibatnya tak lain dikarenakan sang bos mulai menampakkan ‘belangnya’.

Informasi dihimpun Harian Orbit, Minggu (8/4), menyebutkan, ketidaksepahaman para petinggi itu mulai menjadi buah bibir pasca pergantian kepala cabang (kacab) dan kepala bidang (kabid) di jajaran PDAM Tirtanadi.

Konon kabarnya dalam menetapkan pejabat yang akan menduduki jabatan baru di lingkugan perusahaan BUMD itu, sang bos  tidak meminta pertimbangan dari jajaran direksi lainnya.

Bahkan sang bos hanya menerima masukan dari orang-orang tidak berkompeten yang tak lain para keluarga dan kroni-kroninya. Disebut-sebut salah satu orang yang paling banyak memberi ‘bisikan’ kepada sang bos adalah seorang wanita yang ‘dicap’ oleh para karyawan di PDAM Tirtanadi sebagai ‘selir’ sang bos.

Pada awalnya, sosok wanita yang dicap sebagai ‘selir’ sang bos hanya sebagai gosip di kalangan pegawai. Namun kecurigaan itu semakin menguat, ketika sang bos dengan kewenangan dan kekuasaan dimilikinya, menetapkan wanita berinisilial EF sebagai bendahara direksi PPAM Tirtanadi.

“Sejak PDAM Tirtanadi diserahkan kepada Pemprovsu, belum pernah ada jabatan bendahara direksi. Baru pada periode ini, jabatan itu ada,” ketus sejumlah pegawai di salah satu kantor cabang PDAM Tirtanadi.

Ternyata bendahara direksi bukan semata jabatan prestisius, namun selain mendapat gaji maupun tunjangan setingkat kabid. Atas ‘instruksi’ sang bos,   bendahara direksi juga mengatur semua uang keluar dan uang masuk perusahaan.

“Kalau soal ‘pecah kongsi’ bos-bos di PDAM Tirtanadi sudah sejak lama. Apalagi sekarang, semua uang keluar dan uang masuk  harus melalui bendahara direksi,” celetuk pegawai yang minta dirahasiakan identitasnya.

                   

Cukup Pecah Diperut

Wajar saja bila skandal sang bos PDAM Tirtanadi dan keberadaan sang ‘selir’ tidak pernah tercium oleh Plt Gubsu Gatot Pujonugroho ataupun Sekdraprovsu Nurdin Lubis yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi.

Informasi diterima Harian Orbit, aksi tutup mulut para pegawai ini tak lain karena adanya ‘ultimatum’ tak tertulis dari sang bos yang memerintahkan rahasia cukup pecah di perut dan jangan sampai terdengar keluar lingkungan PDAM Tirtanadi.

Dari kabar diterima wartawan, keluarnya ‘ultimatum’ sang bos PDAM Tirtanadi ini, pasca beberapa petinggi tanpa sengaja melihat langsung dengan mata kepala mereka sang bos sedang bercengkrama dengan ‘selirnya’ di ruangan sang bos yang berada di lantai II kantor utama PDAM Tirtanadi di Jalan SM Raja Medan.

“Apa yang kalian lihat tadi, cukup pecah diperut. Saya tidak mau berita ini tersebar keluar,” ujar sumber menirukan perkataan sang bos PDAM Tirtanadi waktu itu.

Bahkan untuk menutupi skandal ini, sang bos juga rela menggelontorkan uang yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah kepada petinggi lainnya di jajaran direksi maupun dewan pengawas PDAM Tirtanadi.

Namun sayangnya uang tersebut bukan dari kantong sang bos sendiri, tetapi uang perusahaan yang diberikan kepada jajaran direksi dan dewan pengawas dengan judul ‘pinjaman’ dari bagian keuangan maupun koperasi PDAM Tirtanadi.

 

Proyek Dicaplok Adik Kandung

Kabar lain diterima Harian Orbit, ternyata bukan hanya urusan keuangan yang diduga diberikan kepada selir sang bos.

Diduga semua proyek di lingkungan PDAM Tirtanadi juga ‘dicaplok’ oleh adik kandung sang bos yang berinisial MA. Bahkan MA juga disebut-sebut berperan merekayasa proyek di PDAM Tirtanadi. Sehingga proyek-proyek tersebut disinyalir dilaksanakan tanpa tender alias penunjukan langsung (PL).

“Kalau di PDAM proyek Rp300 juta masih bisa di PL kan. Jadi, semua proyek dipecah-pecah supaya bisa dilaksanakan secara PL dan pelaksananya perusahaan-perusahaan yang dipakai MA. Kami sendiri tak tahu apa si MA itu punya perusahaan apa tidak. Tapi yang jelas semua proyek di PDAM Tirtanadi sekarang ini dikuasai MA,” ujar sumber kepada Harian Orbit.

Sumber juga mengungkapkan, salah satu contoh rekayasa proyek yang bisa ditelusuri secara hukum, yakni proyek rehabilitas rumah dinas dengan nilai PAGU lebih dari Rp500 juta yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Seharusnya, tandas sumber, proyek tersebut wajib ditenderkan karena objek pekerjaan berada di satu tempat yang sama dan nilainya melebihi ketentuan PL. Namun dengan kelihaian sang bos proyek tersebut dipecah-pecah, sehingga nilainya persatu pekerjaan memenuhi unsur penunjukkan langsung.

                      

Segera Ditertibkan

Ibarat kata pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai suatu saat pasti akan tercium juga. Sejumlah kebobrokan di lingkungkan PDAM Tirtanadi selama kepemimpinan Direktur Utama Azam Rizal, ternyata sudah sampai ke telinga para pejabat di Pemprovsu.

Sekdaprovsu Nurdin Lubis yang juga menjabat ketua dewan pengawas PDAM Tirtanadi ketika ditemui Harian Orbit di kantor Gubsu beberapa waktu lalu, mengaku terkejut ketika ditanya tanggapannya mengenai jabatan bendahara direksi PDAM Tirtanadi.  “Saya baru kali ini mendengar struktur jabatan itu,” ujar Nurdin.

Terkait keberadaan adik kandung Azzam Rizal seolah-olah sebagai ‘Dirut bayangan’ pengatur segala proyek dan diketahui luas oleh internal Tirtanadi Medan, Nurdin Lubis mengaku belum mengetahuinya.

“Saya tidak pernah tahu bahwa seluruh proyek  dimonopoli MA yang merupakan adik kandung Azzam Rizal,” ujarnya.

Nurdin berjanji, pihaknya segera mempelajari keadaan tersebut untuk dapat mengambil tindakan. Menyangkut monopoli proyek di tubuh PDAM Tirtanadi Medan melibatkan adik kandung Azam Rizal dan pihaknya juga berjanji menertibkannya.Or-Tim

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login