«

»

Plat Merah ‘Disulap’ Jadi Hitam

Takengon-ORBIT: Sejumlah mobil dinas yang notabene berplar merah digunakan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat di Aceh Tengah, ‘disulap’ jadi plat hitam. Dengan alasan, kepala SKPD sering mendapat intimidasi orang tak dikenal (OTK).

Namun kebijakan yang diambil Muspida Aceh Tengah dengan merestui penggantian warna plat mobil dinas, dinilai tak logis. Komentar miring pun langsung tertuang dari Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-KO).

“Kita terus terang tidak setuju dengan kebijakan penggantian warna plat mobil dinas. Kepala dinas kan pasti punya mobil pribadi, kenapa pula harus mengganti warna plat mobil dinasnya. Kalau memang mendapat teror, kepala dinas hendaknya disarankan menggunakan mobil pribadinya,”tegas Koordinator II Jang-KO, Idrus Sahputra kepada Harian Orbit, Rabu (25/4), menyoroti kebijakan Muspida soal mengganti warga plat mobil kepala dinas dan camat di daerahnya.

Lebih dijauh dijelaskan Idrus Sahputra, dilihat dari segi hukum penggantian warga plat mobil dinas, itu merupakan hal yang salah. “Bagaimana pula seandainya kalau mobil dinas yang telah diganti warga platnya disalahgunakan pemakaiannya oleh keluarga kepala dinas dan camat. Polisi lebih mengerti hukum, mengapa hal itu dilegalkan. Terus terang pemerintah ini aneh,” ketus Idrus.

Malah, jelas Idrus, Aceh Tengah bukan berada pada lingkup konflik. Masa konflik saja dahulu, kata Idrus, bila kepala dinas takut mengunakan kendaraan milik pemerintah langsung disarankan digudangkan. “Bukan malah menjadi siluman dijalanan,” sesalnya.

Pantauan Harian Orbit di lapangan, dari 14 mobil camat yang masih mengunakan plat merah, hanya dua camat saja yang tidak mengecak plat mobilnya ke warna hitam. Mungkin, dua camat ini dalam pelaksanaan Pemilukada lalu bersikap netral, sehingga tidak ada rasa takut mengunakan fasilitas negara itu.

Mobil Dinas yang terpantau masih mengunakan plat hitam antara lain, Kepala Dinas BNPB Syahrial Afri, BL 122 GB, Kepala Dinas Pertanian Nasaruddin, SK, BL 288 GB, BL 18 GB serta salah satu mobil camat, BL 275 AB, yang melintas di jalan protokol Takengon.

 

Ada Permintaan

Sebelumnya, Muspida Aceh Tengah mengeluarkan kebijakan secara lisan yaitu bagi pajabat daerah yang mendapatkan fasilitas mobil dinas plat dinas warna merah untuk menggantikan warna plat hitam.

Hal ini dilakukan Muspida Plus karena permintaan beberapa oknum kepala dinas yang merasa tidak nyaman mengendarai mobil Plat Merah. “Benar kami mendapatkan permintaan beberapa kepala dinas serta camat,” jelas Pj Bupati Aceh Tengah Ir Mocd Tanwier, MM.

Atas permintaan tadi Tanwier dan muspida menyarankan kepada beberapa kepala dinas serta camat untuk menganti plat merah ke plat hitam. Permintaan kepala dinas dan camat mungkin karena adanya Intimidasi dan teror pasca Pemilukada 9 April lalu. Demi keamanan dan gangguan lain, akhirnya pihak Muspida merestui permintaan para bawahan.

“Kami mengijinkan karena alasan keamanan mereka,” tutur Tanwier ketika dihubungi.

“Kami rasa kebijakan kami tidak salah, ini hanya untuk keamanan bawahan, agar mereka bisa bekerja semaksimal mungkin dalam mendorong pembangunan di Aceh Tengah,” jelas Tanwier lagi.

Usai pelaksanaan Pemilukada lalu, memang ada beberapa rumah milik kepala dinas di intimidasi oleh orang tak dikenal (OTK). OTK datang pada malam hari dengan melakukan tanda silang, mengunakan cat berwarna merah pada dinding luar rumah beberapa tempat tinggal kepala dinas atau camat.

Tidak jelas apakah karena intimidasi itu para kepala dinas dan beberapa camat menjadi resah, sehingga meminta kepada Muspida agar mobil dinas yang mereka kendaraai dengan mengunakan plat merah diganti ke plat hitam.

Kepala Dinas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syahrial Afri, saat ditemui Harian Orbit, membenarkan penukaran warna plat mobil dinasnya. On-Jur

Leave a Reply