• Nasdaq :3533.086+45.233 - +1.30%
  • UK Main Index :6584.17+42.56 - +0.65%
  • Australian All Ords :5412.600+32.300 - +0.60%
  • Australian 200 :5420.300+32.100 - +0.60%
  • AUS VS USD :0.9369
  • USD VS JPY :102.215
  • USD VS IDR :11437.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

POGI Stop Izin Praktek Dokter Obgyn

Medan-ORBIT : POGI (Persatuan Obstetric dan Ginekologi Indonesia) Medan tidak lagi bersedia mengeluarkan rekomendasi izin praktek dokter obstetric ginekologi dengan alasan praktek dokter obgyn sudah penuh. Hal ini tentu saja membuat dokter-dokter obgyn resah. Padahal, iuran yang wajib dipenuhi sebesar Rp600.000 sudah dibayar setiap tahunnya.

Salah seorang dokter obgyn yang  tidak ingin namanya disebutkan mengaku, sejak tahun 2010 lalu  menyelesaikan spesialisnya dirinya  sudah memenuhi semua prosedur sebagai syarat-syarat untuk mendapatkan rekomendasi izin praktek dokter dari POGI, kemarin.

“Tapi, rekomendasi izin prakteknya tidak dikeluarkan, alasannya katanya dokter obgyn sudah penuh. Syarat-syarat memohon sudah saya penuhi semuanya, saya sendiri juga sudah anggota di POGI,”ujarnya.

Katanya lagi, karena tidak dikeluarkan , pihak rumah sakit tempatnya bertugas secara pribadi memohon izin dari dinas kesehatan.

“Saya sendiri, pihak rumah sakit tempat saya bertugas secara pribadi memohon ke dinas kesehatan Medan. Yang saya tahu, dokter PNS bisa dikeluarkan rekomendasi izin prakteknya,”ujarnya.

Sambungnya, ditanya alasan apa yang membuat rekomendasi izin prakteknya tidak dikeluarkan, dia mengaku tidak tahu. Namun, yang pasti perhitungan pembagian banyak tidaknya dokter spesialis obgyn adalah dinas kesehatan.

“Apakah ada unsure politik, tapi yang jelas perhitungan pembagian banyak tidaknya itukan Dinas Kesehatan, saya tidak tahu alasannya, ”katanya.

Sementara, tidak ada seorangpun pengurus POGI Kota Medan yang bisa dihubungi. Sekretaris POGI Kota Medan, Jhony Marpaung SpOG saat dihubungi enggan berkomentar. “Ketemu saja dengan ketua POGI nya langsung, kenapa mesti saya yang dihubungi,”bebernya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan Syah Mirsya Warli menjelaskan, berdasarkan UU praktek kedokteran nomor 29 tahun 2004 disebutkan bahwa setiap dokter yang akan menjalankan praktek harus mendapat rekomendasi dari organisasi profesi.

“Artinya, tanpa ada rekomendasi dari organisasi profesi, dinas kesehatan tidak boleh mengeluarkan izin prakteknya,”ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan POGI Kota Medan itu bisa saja dilakukan dimungkinkan karena tidak mau dokter spesialis menumpuk di kota besar mengingat jumlah dokter spesialis didaerah sangat kurang.

“Hal itu dilakukan supaya pelayanan kesehatan bisa menyebar. Saya dengar juga kebijakan dari pemerintah pusat, ada beberapa kota yang memberlakukan seperti itu. Mungkin saja hal itu dilakukan untuk pemerataan dokter spesialis, mengingat dokter spesialis dikota besar sudah menumpuk,”pungkasnya. Om-29

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login