• Nasdaq :3566.429-22.375 - -0.62%
  • UK Main Index :6674.74-7.02 - -0.11%
  • Australian All Ords :5502.200+35.100 - +0.64%
  • Australian 200 :5517.800+38.500 - +0.70%
  • AUS VS USD :0.9286
  • USD VS JPY :102.275
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Potensi Kebocoran PAD BPK Harus Diusut, Sistem Bayar Manual Parkir VIP Scuere Parking Sun Plaza Mencurigakan

Parkir Sun Plaza.ORBIT/Sofar Panjaitan.

 

Medan-ORBIT: Perparkiran di sejumlah Mall dan hotel di Kota Medan belakangan ‘dikuasai’ Scure Parking atas nama PT Securindo Packatama Indonesia. Perusahaan jasa perparkiran ini disebut-sebut penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perparkiran terbesar.

Meski demikian, sistem pembayaran manual khusus bagi area parkir Very Important Person (VIP) mencurigakan dan berpotensi pada kebocoran PAD sehingga mengharuskan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengusut pendapatan perusahaan perparkiran terbesar Indonesia itu.

Anggota Komisi C DPRD Medan Jhony Nadeak mengingatkan pihak pengelola Secure Parking memberikan rincian pertanggungjawaban atas nilai setoran kepada Dispenda untuk selanjutnya BPK dapat melakukan audit.

“Jangan lakukan praktik penyelesaian di bawah tangan atas kolega maupun relasi kepada pengelola,” katanya kepada Harian Orbit, Rabu (3/10), di Medan.

Jhony Nadeak mengakui munculnya kecurigaan masyarakat ketika menilik sistem pembayaran dana tambahan parkir khusus area VIP dengan cara manual, yang nilainya mencapai Rp25 ribu bahkan Rp35 ribu plus biaya parkir Valey yang lebih kecil dan dibayarkan sekaligus.

Dia mencontohkan, ketika pengendera roda empat hendak melintasi portal masuk Sun Plaza di Jl KH Zainul Arifin Medan, mengambil tiket masuk yang diperoleh lewat tombol otomatis.

Kemudian, ketika area parkir VIP yang dipilih, petugas mengambil tiket masuk dan menggantinya dengan lembar retribusi parkir seri P ditulis manual biaya parkir Rp25 ribu bila di Sun Plaza dan  tempat lain bisa mencapai Rp35 ribu.

Saat keluar, katanya, pengendera menyerahkan bukti parkir Seri P di loket dan membayar sejumlah uang dituliskan petugas parkir VIP termasuk bea parkir umum/reguler yang diberlakukan perjam.

“Pembayaran manual tertera pada kupon Seri P berpotensi penyimpangan, karena tidak ter-update dikomputer petugas jaga portal keluar,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM) Muhammad kepada Harian Orbit juga mengatakan, kalau

memang PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) telah memenuhi ketentuan Perda Tahun 2010 mengapa sistem pembayaran bagi pengguna parkir VIP dilakukan secara manual. “Cara bayar manual ini cukup mencurigakan,” ungkapnya.

Secara terpisah Ketua Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum Lc mengatakan, berdasarkan Perda perparkiran, tahun 2010 persentase setoran pendapatan daerah melalui Dispenda sebesar 20% dari jumlah pendapatan. “Sesuai dengan Perda itu pihak pengelola Management Secure Parking harus menyetorkan kepada Dispenda sebesar 20% dari nilai pendapatan,” katanya. Om-Sof

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login