• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Prihatin dengan Kasus Mutasi


Sindar Simanjorang

Mantan Guru Bupati/Wabub Samosir

Bupati Samosir dan wakilnya dalah sama-sama alumni SMA Negeri 1 Pangururan, Kabuaten Samosir. Bupati lebih dulu tamat, wakil kemudian menyusul. Bupati Samosir adalah siswa  terbaik di masanya, sehingga terpilih bebas testing ke IPB Bogor.

Sewaktu SMA namanya Mangidar, bukan Mangindar seperti namanya sekarang. Ia juga pernah juara II se-Asia Tenggara semasa kuliah. Sedangkan prestasi wakil Bupati Mangadap Sinaga saat SMA, ia lebih aktif di organisasi sekolah sebagai ketua OSIS.

SMAN 1 adalah sekolah beberapa pejabat di Samosir. Orbit melakukan wawancara dengan pensiunan guru SMAN 1, Sindar Simanjorang alias Seket (70), di rumahnya di Pangururan (15/9) lalu.

Bukan Mangindar, tetapi Mangidar. Dia murid saya sewaktu SMA Negeri 1 Panguruan tahun 1973 sampai 1976, kata Sindar Simanjorang. Wartawan sengaja mewawancarai Seket terkait
nasib guru yang dimutasi di Samosir. Ia juga bercerita tentang Bupati Samosir Mangindar Simbolon yang dulunya semasa sekolah bernama Mangidar Simbolon.

Seket masuk Sekolah Rakyat tahun 1949, mulai mengajar di SMA N 1 tahun 1969,  sudah berumur 70 tahun. Pensiun tahun 2004. Ia masih mengingat beberapa temannya di Samosir semasih mengajar. Seperti Marsius Manik, Jalongos Simbolon dan A.Timbul Situmorang.

Mantan Murid

Sejumlah pejabat di Samosir adalah bekas muridnya, termasuk Bupati Samosir Mangindar Simbolon. Ia menyebutnya Mangidar. Ketika ia masih murid saya namanya bukan Mangindar tetapi Mangidar, saya tidak tahu kenapa namanya berganti.

“Saya termasuk salah satunya yang mengusulkan Mangidar supaya masuk IPB Bogor melalui jalur bebas testing. Kebetulan pada tahun 1969-1972 saya masih berstatus guru
honor. Pada tahun 1972 saya berangakat ke Jakarta mengurus SK untuk jadi PNS”.

Guru pada masa dulu tidak seperti sekarang, guru jaman dahulu adalah guru 24 jam. Mendidik dan membimbing murid tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah.

Orang tua Mangidar sempat mengeluhkan soal biaya. Maremare mengyakinkan orang
tua Mangidar, bahwa segala biaya ditanggung, yang paling penting adalah kemampuan siswa mengikuti perkuliahan. Saat itu ongkos kapal tampomas adalah seharga Rp500. Bahkan Sekket mengaku bersedia menanggung ongkosnya saat itu, yang penting jadi berangkat ke Bogor.

Selain Mangidar ada beberapa pejabat di Samosir yang sempat menjadi murid Seket di SMA N 1 Panguruan tapi kecerdasan mereka tidak seperti Mangidar. Jasmin Limbong juga sempat jadi muridnya. Tapi predikatnya biasa-biasa aja. Jabiat Sagala (kadis Pendidikan sekarang) pernah kost dirumahnya. Termasuk Mangadap Sinaga (sekarang wakil bupati Samosir) juga sempat jadi muridnya, saat SMA di Pangururan dia aktif sebagai ketua OSIS.

Prihatin

Tapi tentang mutasi guru di Samosir yang sedang hangat saat ini, mantan guru para pejabat ini mengaku sangat prihatin. Pertama mendengar kabar mutasi, ia langsung menemui Tombor Simbolon (Kepala BKD). “Anda yang mengurusi kepegawaian di Samosir ini, kenapa
memutasikan guru-guru yang berkompeten dan berprestasi dari SMA 1 ke sekolah lain”.

Tombor Simbolon sebagai kepala BKD menjawab, bukan mereka tetapi pihak dinas pendidikan yang mengetahui. Tapi orang tua itu tidak percaya kalau pihak BKD tidak mengetahui perpindahan atau Mutasi guru. Sebagai Kepala BKD anda tidak mungkin tidak mengetahui perpindahan pegawai, katanya pada Tombor.

Seket juga mengatakan muridnya tidak salah memutasi para guru. Karena ketika bupati samosir masih menjadi muridnya namanya “Mangidar Simbolon” sedangakan yang memutasi para guru adalah bernama “Mangindar Simbolon”.

Menurut Seket, sejak ia pensiun hingga sekarang kondisi SMA 1 pangururan masih tetap seperti dulu. Belum ada perubahan. Justru semakin parah walaupun alumninya banyak yang menjadi pejabat di Samosir.

Sekarang SMA yang mengahasilkan para pejabat di Samosir itu sedang melakukan rehab berat berbiaya miliaran rupiah. «Hayun Gultom

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login