• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.395
  • USD VS IDR :11424.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Produksi Jeruk Manis Pakpak Meningkat Pesat

Pakpak Bharat-ORBIT: Meski statusnya sebagai kabupaten pemekaran, Pakpak Bharat memiliki bebe­rapa sektor tanaman unggulan di bidang pertanian yang saat ini maju pesat.

Dari beberapa komoditas pertanian yang kini giat dikembangkan para petani di Pakpak Bharat seperti gambir, Nenas Pakpak, kopi serta pengembangan budidaya tanaman jeruk manis. Hingga saat ini khusus tanaman jeruk manis telah tersebar hampir di delapan kecamatan.

Khusus tanaman jeruk manis Pakpak Bharat, komoditas ini sudah dibudidayakan petani sejak 2005, mengingat prospek tanaman tersebut sangat menjanjikan, sehingga beberapa petani kini banyak yang mengalihkan pertaniannya ke tanaman jeruk manis, hingga meraih sukses.

Seperti yang diungkapkan petani jeruk asal Medan, Jojor Tindaon (45) kepada Harian Orbit Rabu (23/5) di Jambu Mbelang. Petani yang kini tinggal menetap di Jambu Mbelang Kecamatan Siempat Rube ini telah menanam jeruk manis seluas dua hektare.

 

Butuh Penyuluhan

Dengan jumlah 1000 batang dan telah mulai berbuah. “Jeruk manis ini sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Pakpak Bharat mengingat alam serta lahan yang ada masih sangat produktif, sehingga biaya perawatannya tidak terlalu mahal.”

Tidak seperti jeruk di Tanah Karo yang kini telah banyak mengalami kegagalan akibat banyaknya hama yang harus dibasmi, ungkap petani yang dulunya sebagai tukang pangkas di Medan.

Dia mengatakan, saat ini produksi jeruk Manis Pakpak Bharat telah berkembang pesat. Hampir di setiap desa mempunyai tanaman tersebut. Hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi petani jeruk, sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga.

Hal ini menjadi tantangan bagi petani jeruk, karena hasil panennya sekarang semakin banyak, masyarakat mengeluh bagaimana cara menjualnya, khususnya saat panen raya.

Petani minta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Pertanian harus lebih giat mempromosikan produk tersebut, serta memberikan penyuluhan bagaimana merawat tanaman jeruk hingga menghasilkan, serta memberikan bantuan modal bagi petani. Od SpM.

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login