«

»

Program Jalan Usaha Tani di Karo Mendesak

Foto...2...jalan usaha tani

Foto: Jalan menuju sentra pertanian di Kecamatan Simpang Empat rusak berat, membuat petani harus mengeluarkan biaya produksi ekstra dan menambah penderitaan mereka. Orbit/ KALVIN GINTING

 

Sarana jalan adalah salahsatu hal yang sangat mendesak dan perlu perbaikan di Kabupaten Karo. Dari 17 kecamatan hampir seluruhnya masih memerlukan penanganan mendesak. Untuk itu sudah saatnya para anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat pada pemilu legislatif 2009 lalu dapat memperjuangkan hal tersebut melalui APBD.

Sebagai salah satu kebutuhan petani sudah sewajarnya seluruh pihak yang terkait seperti Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian dan Perkebunan dapat membuat sebuah langkah nyata yang terencana, terpola, tepat sasaran dalam masa ke depan ini.

Seringkali setiap perumusan program pembangunan mulai dari Musrembang di Tingkat Kecamatan sampai Kabupaten prioritas mengenal hal ini terabaikan. Padahal petani ini sudah mengajukan mulai dari musyawarah desa (musdes) dengan harapan beban berat mereka dapat terkurangi lewat adanya infrastruktur yang memadai.

Selama tiga tahun ini beberapa desa telah merasakan manfaat adanya jalan usaha tani yang dibangun melalui program PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM PISEW. Namun jumlahnya masih-masih sangat sedikit atau belum signifikan dibanding dengan luas daerah pertanian di Kabupaten Karo.

Dinas Pertanian dan Perkebunan sendiripun mempunya program peningkatan jalan usaha tani atau program peningkatan jalan produksi pertanian tetapi sama dengan hal di atas jumlahnya masih terlalu minim.

Alangkah baiknya bila DPRD yang mewakili pemilihnya yaitu rakyat petani Karo dapat memperjuangkan aspirasi ini. Sebuah harapan yang murni dari rakyat demi peningkatan kesejahteraan mereka di tengah krisis ekonomi dan persaingan bebas terutama antara Cina dan ASEAN.

 

Hak Rakyat

Analisa keuntungan dari perbaikan jalan usaha tani ini adalah pertama, alat transportasi mobil atau pick up dapat langsung menuju lokasi pertanian, sehingga biaya yang dikeluarkan petani untuk membawa hasil pertanian dari ladang ke pasar tradisional akan semakin berkurang.

Kedua jarak tempuh akan semakin singkat sehingga kualitas produk yang baru dipetik seperti sayuran dan holtikultura atau bauh-buahan dapat diterima konsumen dengan kualitas yang baik dan segar.

Ketiga proses transaksi jual beli akan lebih mudah karena pembeli maupun pedagang dapat langsung datang ke lokasi pertanian petani dan melihat produk yang akan dijual.

Keempat program pertanian dan peningkatan ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah dapat terlaksana karena petugas dapat menuju lokasi lahan dan memberi penyuluhan dapat terjadwal dengan baik.

Kelima lokasi pertanian dapat dikembangkan menjadi konsep mix farming dan agrowisata yang tentunya akan menambah pendapatan petani.

Masyarakat Karo sangat mengharapkan ada langkah nyata dari Pemkab dan juga seluruh insan terkait tentang realisasi program ini, sebab bagaimanapun juga ini adalah salah satu hak dasar rakyat yang perlu mendapat perhatian.

Jika ada kemauan dan itikad baik maka Pemkab Karo tentunya dapat saja menugaskan Dinas PUD memperbaiki jalan usaha tani dan DPRD Karo dapat melihat prioritas pembangunan dan pengalokasian dana yang tepat sasaran, bukan sebaliknya terjadi kebocoran anggaran dan tidak efektifnya program. Kalvin Ginting

Leave a Reply