«

»

Program Pendidikan Gratis ‘Ajang Pencitraan’

Selama ini pendidikan gratis itu diartikan bahwa semua keperluan untuk sekolah ditanggung negara dan daerah. Padahal kenyataannya, orangtua murid masih tetap dibebani dengan kutipan oleh pihak sekolah maupun komite dengan berbagai dalih hasil musyawarah.

Rantauprapat-ORBIT: Program pendidikan gratis di Pemkab Labuhanbatu dipandang perlu disosialisasikan ke masyarakat, lingkungan LSM, Ormas, OKP, seluruh tokoh, pers terlebih pejabat yang membawahi dunia pendidikan.

Mengutip keterangan Ketua Front Putra Daerah (FPD) Labuhanbatu ZA Hasibuan, khususnya pejabat pelaksana dunia pendidikan saat ini terkesan belum menguasai betul tentang program pendidikan gratis yang dimulai sejak Juni 2012 mendatang.

“Kita mendengar ada sekitar 3,7 miliar APBD tahun 2012 untuk menampung program tersebut. Harapannya seluruh elemen yang ada serta dinas terkait mensosialisasikan program ini secara benar dengan peruntukannya,” ujar Hasibuan.

Disinggung apakah terdapat pejabat yang memang belum memahami keseluruhan program itu, Ketua FPD mengakuinya. “Bahkan ada yang bertanya terkait pengadaan baju seragam. Makanya perlu ditekankan program pendidikan gratis tersebut intinya peningkatan mutu,” bebernya.

Untuk itu ZA Hasibuan berharap adanya bentuk dukungan penuh serta serius dari semua pihak agar masyarakat dapat merasakan keberadaan pemerintah, khususnya membantu meringankan beban para orang tua murid. “Mungkin saja sampai asupan gizi akan ditanggung pemerintah, kan masyarakat yang terbantu,” kata Hasibuan.

 

Ajang Pencitraan

Sedangkan Koordinator Forum Pemerhati Pembangunan (FPP) ZA Fattah Nasution menjelaskan, beruntung pemerintah daerah karena pemerintah pusat mengucurkan anggaran untuk menanggulangi kebutuhan warga didalam dunia pendidikan.

“Itu harus dijelaskan secara rinci. Apa yang gratis, siapa yang menggratiskan dan dari mana dananya,” jelas Fattah.

Jika kutipan terjadi lagi, apa yang dapat dilakukan pemerintah, selama ini selalu beralasan hasil musyawarah. Inilah yang harus ditertibkan, bila perlu diberikan sangsi. Makanya harus dijelaskan apa sebenarnya yang digratiskan itu. dan jangan dijadikan satu patokan ide pribadi, harap Fattah Nasution.

Sejalan dengan itu, dirinya juga menegaskan bahwa program tersebut jangan dijadikan ajang pencitraan serta harus lebih terbuka.

“Jangan dijadikan kesempatan, Dinas Pendidikan harus terbuka tentang apa saja yang digratiskan. Karena belum kita ketahui item-itemnya, keterbukaan itu menyempitkan kesempatan untuk dipermainkan,” harap FPP Labuhanbatu.

Dalam satu kesempatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti menjelaskan, pendidikan gratis dimaksud baru sampai peningkatan mutu. “Yang digratiskan hanya peningkatan mutu. Misalnya pembelian IT, salahsatu contoh tidak dikutip lagi dari komite. Penambahan les, selama ini 12 jam menjadi 24 jam, berarti yang 12 jam di subsidi,” terang Hobol. Od-26

Leave a Reply