bennerorbit

«

»

PT HNW Tidak Konsisten, Bantuan Benih Terindikasi Korupsi

Kabid Produksi Pangan Distannak Aceh Barat Daya M. Yunan SP

 

Sebenarnya bibit padi itu akan didistribusikan untuk kebutuhan luas tanam 8.000 hektar, di seluruh Kabupaten Aceh Barat Daya, tetapi karena pihak penyalur hanya memberikan 8 ton maka Distannak hanya mampu memberikan untuk beberapa petani di beberapa kawasan. Kasus ini diduga terindikasi korupsi, sehingga butuh pemeriksaan aparat hukum.

Blangpidie–ORBIT: Bantuan benih padi unggul sebanyak 200 ton dari Dirjen Tanaman Pangan RI, bersumber dana APBN 2012 yang disalurkan oleh PT Hidayah Nur Wahana (HNW) sebagai pemenang tender, hanya mampu memenuhi delapan ton yang mengakibatkan tanam serentak tahun 2012 di Kabupaten Aceh Barat Daya gagal.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Distannak) Aceh Barat Daya H. Zainuddin SP melalui Kabid Produksi Pangan M Yunan SP kepada Harian Orbit di ruang kerjanya Rabu (14/11) mengatakan, dari 200 ton yang dijanjikan, pihak penyalur hanya menyalurkan delapan ton benih,” imbuhnya.

Lebih lanjut M Yunan menjelaskan, sesuai surat tertanggal 18 April 2012 Nomor: 230.3/TU.210/C/04/2012  ditujukan kepada Distannak Aceh Barat Daya, perihal bantuan langsung bibit padai unggul sebanyak 200 ton dari Dirjen Tanaman Pangan pada Kementerian Pertanian, namun hingga pertegahan Juli 2012 pihak penyalur hanya menyalurkan delapan ton benih penih, sedangkan sisanya 192 ton hingga hari ini tidak ada kabar beritanya, jelasnya.

Yunan mengakui, akibat ketidak tersediannya benih padi tersebut banyak petani di beberapa areal pertanian dikawasan Aceh Barat Daya hingga saat ini masih melakukan pengolahan sawah. ”Akibat ketidak cukupnya benih padi itu banyak petani kecewa yang memaksa mereka mencari benih padi sendiri,” ungkapnya.

”Kita sudah dua kali menyurati penyalur bahkan ke Dirjen Tanaman Pangan pun kita surati dengan surat nomor: 521/908/2012, namun juga tidak mendapatkan respon,” pungkasnya, sembari menambahkan pihak Dirjen Pangan RI dan pihak penyalur dinilai sangat tidak konsisten dengan janjinya.

Terindikasi Korupsi

Mahudi HS atas nama perusahaan PT.Hidayat Nur Wahana selaku pihak pengadaan bibit padi, saat dikonfirmasikan Harian Orbit melalui saluran handphonenya mengakui, pihaknya sudah menyalurkan benih padi unggul sebanyak delapan ton dari 200 ton yang harus disalurkan, sedangkan kekurangan sebanyak 192 ton akan ditangulangi dari bibit padi yang ada di Kabupaten setempat sesuai dengan himbuan pihak provinsi. ”Itu sudah disepakati, namun kita terus berupaya untuk mencukupi kekurangan itu,” imbuhnya singkat.

Sementara itu, Fahrulrazi Adami ketua Komisi B DPRK Aceh Barat Daya, terkait masalah tersebut kepada Harian Orbit, Rabu (14/11) mengatakan, sebagai pihak yang membidangi masalah pertanian sangat kecewa dengan sikap pihak penyalur PT. Hidayat Nur Wahana (HNW) yang akan mencukupi kekurangan bibit pada tersebut dengan bibit padi lokal.

”Sesuai dengan kontrak bibit padi yang diberikan adalah bibit padi unggulan, jadi kalau bibitnya bibit lokal maka kwalitasnya sangat tidak terjamin dan kita akan menolak karena pihak PT HNW itu sangat tidak professional,” tegasnya.

Fahrul menjelaskan, penyalur tetap menyalurkan bibit padi lokal tersebut pihaknya akan meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas permasalahan itu,”kalau bibitnya bibit lokal jelas indikasi korupsinya cukup banyak karena nilai kontraknya akan sangat berbeda, jelasnya.

Fahrul menegaskan kepada pihak Distannak Aceh Barat Daya untuk tranparan dengan petani dalam pemberian setiap bantuan, jangan sekali-kali anda mempermainkan petani, jangan anda mengambil keuntungan diatas penderitaan petani. On.48/Ni

Leave a Reply