• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

PT PD Paya Pinang Diduga Caplok Lahan, Warga Siap Mandi Darah

 

Medan-ORBIT: Dugaan pencaplokan lahan warga oleh PT PD Paya Pinang bergulir ke permukaan. Ratusan Kepala Keluarga (KK) Dusun Pernangenen, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang siap berjuang hingga titik darah penghabisan untuk merebut kembali 500 hektar (ha) tanah mereka.

Tokoh masyarakat Deliserdang, Jonatan Sembiring kepada Harian Orbit, Selasa (10/4), meminta PT PD Paya Pinang bersikap arif mengembalikan lahan. Menurutnya, warga sekitar telah memiliki lahan tersebut dengan alas hak yang sah berpuluh tahun lamanya.

Jonatan yang merupakan abang kandung Alm Yusuf Sembiring, mantan Wakil Bupati Deliserdang itu mengingatkan perusahaan tidak memaksakan kehendak memperkaya diri di atas penderitaan orang lain.

“Perusahaan merebut hak orang lain dengan cara yang tidak benar atau kasar. Lahan yang sudah lama dikuasai warga Dusun Pernangenen dirampas ala preman,” tegas Jonatan didampingi Sekjen LSM Tralindo I Ginting SH.

Menurutnya lagi, perusahaan menguasai lahan warga tanpa alas hak yang sah menurut hukum. Sementara warga telah lama menguasai lahan.

Ditegaskan, warga  tidak akan tinggal diam dan ratusan KK akan berjuang melawan tindakan hingga titik darah penghabisan.

Jonatan juga menyebutkan tanah yang diduduki masyarakat Pernangenen selama ini, tidak mungkin dijual kepada perusahaan maupun pihak lain. Sebab tanah tersebut merupakan satu-satunya aset tempat mereka bercocok tanam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Perusahaan jangan coba-coba mempertunjukkan gaya-gaya orde baru dengan mengintervensi dan menakut-nakuti  masyarakat,” tegas Jonatan Sembiring.

Sementara itu, Popo Barus, warga Pernangenen dengan tegas mengatakan tanah warisan orangtuanya tidak mungkin dijual kepada PT Paya Pinang. “Jika PT Paya Pinang berusaha menguasai lahan tersebut, saya siap mandi darah di lahan warisan orangtua saya tersebut,” tegas Popo.

Sebelumnya diketahui, PT Paya Pinang melalui M Syahriful Lubis membuat laporan ke Polres Deliserdang dengan LP/464/VII/SU/2011/Res DS tertanggal 07 Juli 2011. Dalam laporan tersebut disebutkan, telah terjadi pelanggaran pasal 170 ayat 1 tentang perusakan tanaman milik PT PD Paya Pinang yang berda di Dusun Buluh Belin Desa Rambai Kecamatan STM Hilir beberapa bulan lalu.

Dan Kepala Desa Penungkiren Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang sudah dipanggil dan memberi keterangan kepada Polres Deliserdang.

Bagi Hasil

Di bagian lain, Asli Tarigan, warga setempat mengatakan, lahan yang diambilalih warga adalah lahan yang pada awal pembukaannya bermasalah dengan PT Paya Pinang. Warga tidak ada menguasai lahan di areal PT Paya pinang yang berada di Desa Rambai Dusun Buluh Belin.

Awalnya, masyarakat ingin menguasai kembali lahan seluas lebih kurang 500 Hektar tersebut. Pasalnya, PT Paya Pinang telah melakukan pembohongan kepada masyarakat Pernangenen, baik dari luas lahan demikian juga dengan bagi hasil yang telah disepakati sebelumnya.

Buktinya, kata Asli Tarigan, lahan yang dikuasai masyarakat Pernangenen sekarang telah dibersihkan lebih dari 500 Hektar. Namun kepada masyarakat, PT Paya Pinang mengaku lahan yang dikuasai hanya seluas 350 hektar. Termasuk yang terdapat di Desa Rambai Dusun Buluh Belin seluas 84 Hektar.

Oleh Karena itu, sebagaian besar lahan masyarakat yang diambil tidak digantirugi PT Paya Pinang kepada warga Pernangenen. Asli Tarigan menilai, PT Paya Pinang berdalih menggunakan perkebunan Inti Rakyat (PIR) untuk menguasai lahan tersebut.

Padahal, kata Asli Tarigan, PT Paya Pinang tidak pernah menepati janji tentang bagi hasil yang telah disepakati dengan masyarakat.

 

Konversi Lahan

Ironisnya kata Jonatan Sembiring menyambung pembicaraan Asli Tarigan, dalam menguasai lahan itu, PT Paya Pinang menyuruh masyarakat menandatangani surat perjanjian pada blangko kosong.

Beberapa masyarat yang merasa dikibuli, kemudian membuat perlawanan dengan menolak membuat surat pernyataan dan membubuhkan tandatangan. Namun, tandatangan masyarakat yang tidak setuju itu kemudian dipalsukan agar dapat menguasai lahan warga.

Saat ini Asisten kepala, Asisten Lapangan dan Pegawai, PT Paya Pinang Kebun STM Hilir Deli Serdang melaksanakan Rintis Batas Kebun sebagaimana Surat Printah (Sprint) pembersihan batas dengan no 129/E.13/PP/2012 tertanggal 29 Maret 2012, yang dikeluarkan Kantor PT Paya Pinang.

Langsung ditandatangani Manager Kantor H Syahruddin SH. Dalam Surat perintah yang diterbitkan disebutkan adanya  rencana perusahaan untuk melakukan  konversi tanaman kakao ke tanaman Karet. Om-24

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login