bennerorbit

«

»

Ribuan Pengunjung Nikmati Liburan di Bukit Lawang

Para pengunjung sedang menikmati pemandian alam di arena wisata Bukit Lawang

Para pengunjung sedang menikmati pemandian alam di arena wisata Bukit Lawang

 

Langkat-ORBIT: Libur panjang di penghujung tahun 2012, ribuan pengunjung padati kawasan wisata Bukit Lawang, malam pergantian tahun cukup ramai bahkan puncak kunjungan pada 01 Januari 2013. Padatnya kunjungan terlihat banyaknya kenderaan memadati jalan menuju wisata sudah dirasakan mulai dari Binjai.

Laju kenderaaan dari berbagai jenis seakan tak pernah putus bahkan di beberapa titik macet akibat penuh sesak, seakan tak mampu menampung kapasitas jumlah kenderaan disebabkan keterbatasan volume infrastruktur. Membaikya sarana jalan serta prasarana pendukung cukup mendongkrak minat wisatawan khususnya domestik dan lokal berkunjung.

Menikmati keindahan pemandian alam dibarengi keasrian panorama Taman Hutan Nasional Gunung Leuser (TNGL), menjadikan pengunjung tak pernah merasa bosan meski terkadang tingkah laku pelaku wisata terkadang menjengkelkan akibat minimnya kesadaran serta etika masyarakat.

Diawal tahun 2013 kawasan wisata penuh sesak, pengunjung bahkan tak tertampung sehingga tidak sedikit warga mengurungkan niat ke kawasan dan memilih menikmati pemandian alam di daerah Timbang Lawan masih aliran sungai Bahorok. Sedangkan di kawasan wisata sendiri warga terlihat hingga ke daerah hilir bersama keluarga dan rombongan.

 

Minim Penataan

Beberapa pengunjung yang ditemui wartawan menuturkan, wisata Bukit Lawang sepertinya minim penataan pemda, berbeda dengan wisata lain.

Seperti yang dikatakan Delika warga perumahan Padang Bulan, terkejut pasalnya saat melintas di Desa Timbang Lawan kenderaannya distop sekelompok pemuda dan menawarkan jasa mengantar hingga pintu gerbang wisata dengan meminta tebusan rupiah.

Awalnya kami yakin namun setelah kami mita tiket restribusi amun sang pemuda itu tak mampu memperlihatkannya sehingga meski jasa yang ditawarkan relatife murah namun kami tolak dan memilih retribusi secara resmi, ujarnya.

Anehnya gerombolan seperti itu tidak hanya sekelompok saja namun masih ditemui di sepanjang jalan lintasan wisata hingga gerbang restribusi, seakan menawarkan jasa yang berujung nego rupiah dipastikan masuk kantong pribadi tak sedikit pengujung tergiur dengan ulah kelompok itu kata Delika heran akibat minimnya penataan demikian.

 

Satu Atap

Senada juga diutarakan Tigor Pangaribuan warga Jalan SM Raja Medan, ditemui dikawasan wisata merasa heran karena di gerbang pintu masuk sudah macet akibat antri membeli tiket restribusi, sebentar kenderaan melintas gerbang macet lagi akibat adanya pengutipan restribusi parkir.

Dari gerbang masuk menuju kawasan hanya berjarak 1 KM namun macet akibat dua kali pengutipan, sehingga memaksa waktu 0,5 -1 jam. Jika saja Pemkab Langkat jeli selayaknya pengutipan diberlakukan satu atap menghindari kemacetan yang seharusya tidak terjadi dua kali, kata Tigor.

Sejauh ini belum ada pihak dari Pemkab Langkat seperti kakan kebudayaan dan pariwisata serta dinas perhubungan yang mau dikonfirmasi tentang harapan pengunjung agar diberlakukan pengutipan satu atap.(od.63)

Leave a Reply