bennerorbit

«

»

Sikat Pelaku Daging Oplos Sapi-Babi Merek Alana, Umat Islam Marah, Bisa Terjadi Hukum Rimba

Foto headline empat, Daging Alana, Ist
Medan-ORBIT: Peredaran daging sapi impor merek Alana yang diduga dioplos dengan babi memancing kemarahan umat Islam.
Pengamat hukum Julheri Sinaga, Kamis (21/2), mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) segera menyikat semua pelaku pengoplos.
Aksi pembiaran aparat hukum, kata Julheri, bisa memancing kemarahan umat Islam. “Kita tidak ingin ada ‘hukum rimba’. Polisi harus bergerak cepat menyikat diduga pelaku pengoplos,” katanya.
Persoalan tersebut dinilai Julheri telah melecehkan umat muslim, apalagi yang terlibat di dalamnya diduga bertitel haji dan hajah.
“Ini pelecehan bagi umat muslim Persoalan tersebut juga dinilai Julheri telah melecehkan umat muslim. Apalagi yang terlibat di dalamnya diduga bertitel haji dan hajjah,” tegasnya.
Menurut Julheri, importir bisa dikenai Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Konsumen dan UU tentang Kesehatan.
Julheri mengaku sangat kecewa dengan pengawasan instansi pemerintahan karena telah kecolongan.
“Sangat kecewa dengan kinerja instansi terkait. Harus ada langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi persoalan ini,” kesalnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM, Drs Ramses, Kamis (21/2), mengaku siap bantu melakukan pengawasan ke lapangan daging sapi ilegal bermerek Alana itu.
“Kami siap melakukan survei dan pengawasan agar masyarakat tidak tertipu,  meskipun hal itu menjadi tugas Dinas Pertanian dan Peternakan, tapi,” jelasnya.
Ramses juga menjelaskan, BPOM bertugas mengawasi obat dan makanan yang sudah diolah dan dikemas. Instansi terkait harusnya sudah berkordinasi dengan BPOM untuk mengusut pengoplosan daging itu.
“Saya harap ada kordinasi dari instansi terkait dengan BPOM. Jika sudah berkodinasi kami segera lakukan survei dan tangkap oknum yang terlibat,” tegasnya.
Diketahui, terbongkarnya praktik penyelundupan daging haram itu berawal dari investigasi dilakukan Lembaga Lintas Peristiwa Sumatera Utara (LLPSU).
Mereka menemukan adanya penyelundupan daging impor illegal di Sumatera Utara. Aktifis LLPSU Ali Harahap mengungkapkan praktik itu sudah cukup lama terjadi melibatkan para mafia.
Ironisnya, mereka itu dominan bertitel haji. Adalah, Alan penduduk Perumahan Es Dengki Tanjungbalai sebagai agen utama.
Haji Safrol di kawasan Rumahsakit Perbaungan Sergai, Haji Rusli, Jl Medan Delitua, Gg Cempaka Deliserdang, Hajjah Risna Jl STM Medan, Rudi tinggal di kawasan Belakang Pegadaian Kampungbaru Medan masing-masing sebagai distributor dan Ogek oknum aparat bertugas di Jl HM Said Medan sebagai pembekap.
Informasi LLPSU, penyelundupan daging itu sempat terhenti, ketika masa Kapoldasu dijabat Sutanto. Praktik mafia penyelundup itu kembali kambuh setahun terakhir. Om-31

Leave a Reply