• Nasdaq :3566.429-22.375 - -0.62%
  • UK Main Index :6674.74-7.02 - -0.11%
  • Australian All Ords :5502.200+35.100 - +0.64%
  • Australian 200 :5517.800+38.500 - +0.70%
  • AUS VS USD :0.9286
  • USD VS JPY :102.275
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Simanjuntak, Bertahun-tahun Bisnis Andaliman

Simajuntak Pedagang Andaliman di Pusat Pasar Medan, Selasa (31/7) Orbit / Antonius Samosir 

 

Laporan Antonius Samosir

Siapa yang tak kenal dengan bumbu andaliman ini, apalagi orang kita Batak, sudah pasti mereka merasa ketergantungan dengan bumbu yang satu ini. Masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, selalu menggunakan buah andaliman untuk meracik bumbu masakan khas Batak, Arsik.

Biasanya yang mereka arsik adalah ikan mas, sebagai lambang kebesaran orang kita Batak. Bumbu andaliman merupakan komoditi pelengkap masakan khas orang Batak. Berbagai jenis masakan khas seperti sangsang, naniura, natinombur, atau arsik, rasanya tidak klop tanpa kehadiran andaliman. Andaliman ini memiliki aroma jeruk yang lembut namun “menggigit” sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada Rasa kelu di lidah.

R. Simajuntak salah seorang pedagang andaliman di Pusat Pasar, Medan kepada harian orbit, Senin (10/9) menyatakan berbisnis andaliman ngeri-negri sedap. Karena menurut pria asal Batak ini, ada kalanya penjualan merosot drastis. Dan terkadang malah terjadi sebaliknya dan Simanjuntak mendapatkan hasil yang banyak pula. Simajuntak sudah berjualan selama puluhan tahun biarpun harga andaliman naik turun namun simajuntak tetap antusias untuk tetap menjual andaliman.

“Biasanya kalau di bulan Desember, penjualan naik seratus persen. Sudah pasti lah untungnya pun tak tanggung-tanggung. Saya sudah berjualan andaliaman selama puluhan tahun dan sudah terbiasa menghadapi harga yang kadang naik turun. namun sebagai pedagang harus siap berjuang untuk meraup rejeki saat kesempatan ada. Dan saya tidak kawatir meskipun harga turun pasalnya selama ada rumah makan khas batak andaliman pasti laku meskipun untung makin berkurang,”katanya.

Simajuntak menambahkan harga andaliman menjelang Desember mengalami kenaikan pasalnya pasokan makin sedikit, yang biasanya pasokanya dari Tapanuli Utara, Dairi dan Samosir. “Hari ini harga andaliman sekitar Rp25.000/kg yang sebelumnya Rp.16.000/kg. namun saat Desember tiba harga andaliman bisa mencapai Rp130.000/kg bahkan kalau di kirim keluar kota seperti Jakarta harga bisa mencapai Rp150.000/kg sampai Rp200.000/kg.

Dikatakanya untuk menjaga langganan tetap saya harus menyediakan stok untuk konsumen meskipun harga rendah karena disaat harga naik disitu kesempatan untuk mendapat untung yang lumayan. “Untuk menjaga untung tetap ada, saya harus memperbanyak langganan dan semakin banyak langganan semakin banyak juga untungnya yang biasanya belanja sekitar 50 kg namun karena harga turun menjadi 100kg sehingga penghasilan minimal bisa stabil,”Kata Simajuntak.

Tak hanya di Medan-Sumatera Utara saja, andaliman juga sudah dikenal ke luar pulau. Beberapa propinsi di Indonesia selalu meminta kiriman andalima untuk keperluan masyarakat mereka. Misalnya saja pulau Jawa, Kalimantan, Batam dan Papua. Bahkan andalima juga sangat digemari warga negara asing, yang pernah merasakan masakan arsik ikan mas dengan menggunakan buah andalima tersebut.

facebook twitter

Comments are closed