«

»

Skandal Seks Profesor USU, ‘Cairan Kental’ Jadi Saksi


Kalau foto dimuat sebelumnya, Profesor Eddy Marlianto yang menikmati pelukan, foto kali ini sang Profesor yang memeluk cium kekasihnya. Terungkap pengakuan, lokasi foto sebelumnya dengan foto ini bukan pada pertemuan Komunitas Medan Gaul, tapi sama-sama diabadikan di ruangan kerja Purek III USU. ORBIT/Ist 

 

HUBUNGAN sang janda dengan Profesor yang juga Purek III USU ternyata bukan sekadar berfoto mesra di arena komunitas Medan Gaul. Sejumlah hubungan lebih jauh dan terlarang telah mewarnai kisah asmara kedua insan berlainan jenis ini.

Hubungan ‘hitam’ keduanya praktis tak kan bisa terbantahkan oleh siapa pun, termasuk sang Profesor Eddy Marlianto. Pasalnya, Rani sang wanita berusia 30 tahun itu nekad buka kartu, Selasa (21/2), mendatangi Kantor Redaksi Harian Orbit di Jl T Amir Hamzah Medan.

Jika sebelumnya yang datang ke Harian Orbit adalah berupa somasi/bantahan berita dari advokat Athoss & Relationship berkantor di Jl H Misbah Medan atas kuasa wanita berfaraz sleberiti itu, kini dia datang justru mengungkap kebenaran di balik bantahan berita yang disampaikan pengacaranya.

Dia mengaku berat mengungkap fakta yang dialaminya kepada publik. “Maklum, saya ini cuma wanita yang menjadi korban janji dari Profesor, begitu pun malah saya yang diteror dan diintimidasi, bahkan diancam bunuh melalui telepon,” katanya.

Wajah di balik kerudung kuning langsat itu terlihat bagai tak mampu menutupi kekhawatirannya dari keluarga isteri profesor yang konon hebat-hebat dan tergolong keluarga berpengaruh.

Apalagi  Rani menunjukkan banyak bukti, sejumlah foto dan pesan singkat di ponselnya, menggambaran hubungan antara mereka bukan sekadar mesra-mesraan. Antara lain, kalimat pesan singkat dari ponsel sang Profesor, “Betol itu …….. tadi cairan ….. kental…” (SMS ini sudah diedit-red).

Kalimat SMS itu, aku Rani, dikirimkan sang profesor ke ponselnya sesaat keduanya berpisah setelah menikmati suasana romantis di Hotel Alam Indah Padangbulan Medan.

Ada lagi sejumlah foto Profesor tanpa busana, segera diluncurkan Harian Orbit di edisi berikutnya.

 

Papa Mama

Masih pengakuan Rani, dia menguasakan pembuatan bantahan kepada advokat untuk berita Harian Orbit, karena terkecoh dengan janji Profesor itu, bahwa setelah publik diredakan, maka dia segera memenuhi janjinya untuk menikahi Rani.

Ternyata, dari Jumat lalu hingga Selasa (21/2), Rani mengaku sudah tak bisa komunikasi dengan Profesor yang terlanjur dia panggil dengan sebutan papa dan Profesor memanggilnya mama, atas dasar rasa sayang keduanya.

“Berkali-kali saya datang ke ruangan kerjanya di USU, tapi keberadaan sang Profesor semakin kabur. Bahkan dengan staf ahli sang profesor yang mengetahui tentang hubungan kami, sudah tak lagi bisa saya jumpai,” akunya.

Bahkan, kata Rani, sewaktu menuju kantor Harian Orbit Selasa petang itu, dia sempatkan diri memonitoring kediaman sang Profesor, terlihat sejumlah mobil parkir di halaman, antara lain bernopol dinas aparat. “Saya semakin cemas,” akunya.

Tekanan psikologis yang dihadapi, kelihatannya membuat Rani semakin berani. “Saya yakin publik tidak akan membiarkan saya lenyap akibat kasus ini,” ungkapnya. (Bersambung)

Foto No.Kalau foto dimuat sebelumnya, Profesor Eddy Marlianto yang menikmati pelukan, foto kali ini sang Profesor yang memeluk cium kekasihnya. Terungkap pengakuan, lokasi foto sebelumnya dengan foto ini bukan pada pertemuan Komunitas Medan Gaul, tapi sama-sama diabadikan di ruangan kerja Purek III USU. ORBIT/Ist

1 comment

  1. Aida Siregar

    Saya juga koreban janji manis professor tersebut

Leave a Reply