«

»

Soal Kisruh Timsel KPUD Sumut, KPU Pusat Diminta Turun Tangan

 

Medan-ORBIT:Gonjang-ganjing soal transparansi rekrutmen anggota Tim Seleksi KPUD Sumut memerlukan perhatian khusus. Polemik ini bisa menciderai demokrasi yang sedang dibangun jika tak dituntaskan segera.

Demikian dikatakan Kordinator Masyarakat Sipil Peduli Informasi (Massif) Drs Erwin Manalu (foto) kepada Harian Orbit, Kamis (1/8). Menurutnya, polemik soal rekrutmen Timsel KPUD Sumut harus mendapat perhatian dari KPU Pusat.

“KPU Pusat harus turuntangan menuntaskan persoalan ini. Persoalan ini tanda-tanda awal bahwa demokrasi yang sedang kita bangun mendapat tantangan dari oknum perusak demokrasi,” tegas Erwin.

Erwin yang juga Presidium Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU) itu menimpali, jika ada unsur penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan dilakukan komisoner KPUD Sumut yang sekarang, maka KPU Pusat harus segera memecat komisioner KPUD Sumut yang sebentar lagi berakhir masa baktinya.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan KPU Pusat sama seperti kasus KPUD Jawa Timur dalam persoalan Calon Gubernur Khofifah Andar Parawansa. Khofifah dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPUD Jatim.

 

Bermula dari Ketidaterbukaan

Namun setelah melakukan banding di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Khofifah justeru dimenangkan dan berhak menjadi peserta Pilgub Jatim.

Atas rekomendasi DKPP, KPU Pusat pun memberhentikan seluruh komisioner KPUD jatim karena dianggap melanggar kode etik.

“Hal yang sama diharapkan bisa dilakukan KPU Pusat terhadap KPUD Sumut jika terbukti melanggar kode etik dalam rekrutmen Timsel KPUD Sumut,” ujar Erwin.

Dia pun berharap DKPP bisa mengusut tuntas indikasi ‘pesanan oknum’ terhadap penetapan anggota Timsel KPUD Sumut.

Kisruh penetapan anggota Timsel KPUD Sumut bermula dari ketidaterbukaan soal proses penetapan tersebut. Ada lima anggota Timsel KPUD Sumut yang akan menyeleksi calon KPUD Sumut, yakni Prof Dr Sya’ad Afifuddin Sembiring, SE, MEc, Dra Lusiana Andriani Lubis, MA, Ph.D, Prof Dr Binsar Panjaitan, Prof Rehngena Purba, SH, MS dan Prof Dr H Asmuni, MA. Or-09

Leave a Reply