• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Soal Konflik UISU, Kopertis Jangan Lempar Bola

Kampus UISU

 

Medan-ORBIT: Konflik UISU masih menjadi persoalan hangat, apalagi pada saat momentum penerimaan mahasiswa baru.

Pengakuan Kopertis yang menyerahkan LSM dan masyarakat yang melaporkan UISU SM Raja kepada polisi, dianggap sebagai upaya lempar bola.

Beberapa waktu lalu, Kordinator Kopertis Prof Dian Armanto secara tegas menyatakan UISU Al Munawarrah Jalan SM Raja Medan merupakan kampus ilegal. Yang terdaftar di Dirjen Dikti hanya kampus UISU AL Manar Jalan Karya Jaya.

Soal legalitas itu, Dian mengaku tidak bisa berbuat apapun. Parahnya, Dian justru mempersilakan LSM dan masyarakat melaporkan UISU SM Raja ke polisi.

“Bagaimana jika LSM, mahasiswa dan masyarakat melaporkan kasus UISU ke polisi. Sebab Kopertis sudah melakukan

tugasnya yakni mengumumkan PTS yang mempunyai izin di Sumut,” kata Dian, Senin (22/7).

Kata Dian pula, Kopertis tidak berhak melarang /mencabut izin UISU karena tidak pernah memberikan izin ke PTS yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja itu.

Guru Besar Universitas Negeri Medan itu menjelaskan, ijazah lulusan UISU di Jalan Sisingamangaraja tidak memiliki civil effect. Tidak dapat digunakan baik untuk melanjutkan studi maupun mencari pekerjaan.

“Sebagai masyarakat, anda juga harus melaporkan kampus ilegal kepada polisi supaya ditutup. Hanya masyarakat dan LSM lah yang bisa menutup kampus illegal,” tandas Dian kepada wartawan.

 

Lempar Bola

Menyikapi hal itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UISU (IKA-UISU) Drs Razman Arif Nasution meminta Kopertis tidak lempar bola terhadap konflik UISU.

Dia mendesak Kopertis harus tegas kepada PTS Ilegal. Jika UISU SM Raja ilegal, Kopertis harus menyurati penegak hukum supaya bertindak untuk menutup proses belajar mengajar di kampus itu.

“Kopertis harus menyurati penegak hukum supaya menutup proses belajar mengajar di UISU Al-Munawarah karena sangat merugikan mahasiswa,” tegasnya.

Selain itu, menurut Razman, Kopertis juga harus menyurati berbagai sekolah supaya tidak mendaftarkan anak didiknya ke UISU Al-Munawarah, yang ijazahnya tidak diakui oleh kopertis selaku pemberi legalitas.

Razman yang juga Direktur Indonesian Constitutional (Icon) Watch itu juga meminta UISU Al-Munawarrah harus legowo dan mau tunduk kepada peraturan.

“UISU SM Raja selaku lembaga pendidikan harus menempatkan sebagai penerima keputusan, jangan justru menganggkangi peraturan yang berlaku,” ujar Razman yang tercatat sebagai Bacaleg DPR RI Fraksi Gerindra itu.

Konfirmasi kepada Rektor UISU Al-Munawarrah Zulkarnain Lubis melalui nomor seluler 08126042xxx, tidak memberi tanggapan hingga berita ini diturunkan. Om-24

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login