«

»

Soal Listrik, Warga Tuntut Pemkab Tobasa

Ketua Himpunan Mahasiswa Tobasa (HIMA) Liston Hutajulu bersama ratusan massa berorasi di Kantor Bupati Tobasa.

 

Aspirasi masyarakat Tobasa terkait listirk tidak ditindaklanjuti oleh pemkab, akibatnya warga menjadi marah dengan melakukan aksi. Anehnya antara PLN dengan Pemkab Tobasa saling lempar tanggungjawab, sehingga warga merasa dibola-bola.

Tobasa-ORBIT: Sekitar lima ratusan orang masyarakat dan mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Tobasamosir (Hima-Tobasa) dan masyarakat tujuh desa dari Kecamatan Habinsaran, mendatangi Kantor Bupati Tobasa dan Kantor DPRD Tobasa.

Informasi diperoleh sampai Minggu (15/7), kedatangan mereka Kamis (12/7) menuntut Bupati Tobasa, DPRD Tobasa, dan PT. PLN agar merealisasikan listrik kepada tujuh desa di Kecamatan Habinsaran.

Ketua Himpunan Mahasiswa Tobasa Liston Hutajulu dalam orasinya menegaskan, Kabupaten Tobasa memiliki potensi sumber daya listrik dengan adanya PLTA Sigura-gura sebagai penyuplai listrik Tobasa di Sumatra Utara.

Tetapi masih banyak masyarakat belum menikmati listrik seperti di Kecamatan Habinsaran Desa Lumban Balik, Desa Lumban Lintong, Desa Lumban Gaol, Desa Sibuntuon, Desa Pagar Batu, Desa Pararungan, Desa Panamparan, yang berjumlah kurang lebih 600KK.

Dikatakanya, sesuai pertemuan mereka dengan bagian humas PLN Raidir Galingging mengatakan, PLN akan membangun jaringan listrik apabila dana ditanggung bersama-sama dengan pemkab masing-masing.

“Karena kendalanya ada di Pemkab Tobasa dengan tidak adanya respon Bupati, makanya kami melakukan aksi ini,” ujar Liston.

 

Kewenangan PLN

Sambil berorasi, masyarakat dan Himpunan Mahasiswa Tobasa (Hima) menyampaikan pernyataan sikap mereka dihadapan Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu SH MSi. “Kami butuh Bupati Tobasa Kasmin Simanjuntak untuk menerima aspirasi kami ini”.

Kami dari 7 desa bangkit dan melawan. Penuhi hak dan kewajiban kami. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Tidak ada listrik tidak ada kemajuan. Perhatikan kami, desa kami masih bagian Negera Indonesia. Lebih baik tak punya PLN, jika tak bisa merealisasikan listrik kepada
kami.

Liston Hutajulu menyerahkan pernyataan sikap tersebut kepada Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu SH MSi, disaksikan Kakan Satpol PP TH Sihombing, aparat kepolisian dan para peserta aksi unjuk rasa. Wakil Bupati yang menerima pernyataan tersebut, mengatakan akan
menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut.

Setelah selesai berorasi, para perwakilan dari demonstran melakukan rapat dengan Wakil Bupati. Dalam rapat tersebut, Sondang Barita NST dari Dinas Tarukim Tobasa menjelaskan, untuk pemasangan jaringan listrik adalah mutlak kewenangan pihak PT. PLN, sedangkan pihak pemkab berwenang untuk mengusulkan daerah-daerah yang belum dialiri aliran
listrik.

Dari Kantor Bupati Tobasa, para demonstran mendatangi Kantor DPRD Tobasa dan menyampaikan tuntuntanya. Sementara anggota DPRD Tobasa Franjos Sitorus SSi dan Ir Boyke Pasaribu berjanji akan akan membicarakan hal ini kepada Pemkab Tobasa untuk segera merealisasikan listrik masuk kepada tujuh desa di Kecamatan Habinsaran tersebut. 0d-79

Leave a Reply