«

»

Stok BBM Premium Tersisa 8 Hari, Bisa Picu Huru-hara

Ilustrasi.Ist

 

Medan-ORBIT: Kabar Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium Sumut tersisa untuk delapan hari, tiba-tiba mirip bom meledak yang menggemparkan publik.

Ada yang menyebut ekonomi Sumut bakal lumpuh, dan ada pula yang mengatakan gejolak sosial bakal menggelinding ke seluruh penjuru daerah ini.

Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Jumat (14/9), premium Pertamina untuk wilayah Sumut  tersisa 400.000 kiloliter (kl) dari jatah sebanyak 1,4 juta kl yang dialokasikan pemerintah tahun ini.

Hingga 31 Agustus 2012, Pertamina telah menyalurkan sebanyak 1 juta kl premium untuk kebutuhan masyarakat wilayah Sumut. Dari sisa BBM premium 400.000 kl itu, Pertamina menyebut hanya bisa untuk 6 sampai 8 hari.

Lantas apa tindakan pemerintah pusat? Pengamat ekonomi Rizky T S.Sos MM  meminta pemerintah tidak hanya duduk di belakang meja melihat persoalan ini.

BBM premium, menurut dia, ibarat beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. “Ya kalau BBM tidak ada, sendi-sendi perekonomian lumpuh,” tegasnya.

Dia menjelaskan, arus barang baik sembako dan lainnya bergantung pada BBM. Jadi, lanjutnya, BBM ini ibarat jembatan yang berfungsi menyambungkan kebutuhan manusia dengan pangan.

“Kabar ini mirip bom yang menggemparkan publik. Pemerintah harus segera menambah kuota premium di Sumut. Jangan sampai rakyat menjadi korban karena pemerintah lambat menanganinya,” ucap Rizky.

Selain itu, kata Rizky, kekurangan stok BBM premium juga bakal memicu lojakan harga barang. Bahkan bisa tidak terkendali.

“Pemerintah harus segera mengkaji ulang mengapa pemakaian BBM di Sumut tidak lagi mencukupi sesuai kuota. Apakah ada indikasi ‘maling’ yang melakukan penimbunan, atau jumlah kendaraan yang sudah begitu membludak,” kata Rizky.

Efek paling buruk, sambung Rizky, bila BBM ini benar-benar ‘menghilang’. Kejadian ini dapat berimbas pada gejolak sosial alais huru-hara. Menurut dia, hal itu sangat mungkin terjadi jika pemerintah tutup mata melihat persoalan ini.

“Kalau sudah masalah perut, apapun bisa terjadi. Termasuk huru-hara menjalar ke seluruh pelosok Sumut,” kata Rizky.

                                               

Harus Ambil Langkah Cepat

Sebelumnya, Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT Pertamina, Sonny Mirath meyakinkan, stok untuk premium masih aman selama 6-8 hari.

Meski menipis, Pertamina Sumut tetap berusaha menjaga ketersediaan stok. Sonny mengatakan, stok premium di lima Terminal BBM di Sumut misalnya saat ini masih ada sebanyak 30.000 kl dan solar sejumlah 25.000 kl.

Sonny menuturkan, saat ini memang terjadi peningkatan konsumsi menyusul penambahan kendaraan sehingga penyaluran BBM meningkat di atas kuota.

Sedangkan pengamat Ekonomi Sumut Jhon Tafbu Ritonga mengatakan, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi minimnya kuota yang dimiliki oleh Pertamina itu.

Pasalnya, kebutuhan premium dan solar di Sumut memang sangat tinggi. Jatah kuota tersebut, menurutnya, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini. Or-04