• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Tanam 500 Bibit Pisang Barangan

UMA dan Deliserdang

Medan-ORBIT:Universitas Medan Area dan pemerintahaan Kabupten Deliserdang telah menanam 500 bibit pisang barangan berkualitas di Desa Tegalsari Tanjung Morwa. Penanaman itu sebagai realisasi kerjasama yang telah disepakati  sebelumnya.
Penanaman bibit pisang itu langsung dilakukan Wakil Rector II UMA Hj Mardiana, Ketua LP2M UMA Dr Ir Suswati MP, Humas UMA Hj Ema HarahapKadis Pertanian Deliserdang, Camat, dan Kepala Lingkungan setempat,kemarin…
Suswati menjelaskan, Tanaman pisang  komoditi penting   mendukung diversifikasi sumber pangan, ekonomi dan aktifitas pariwisata di Sumatera Utara. Daerah ini mampu mengirimkan 100-120  truk pisang per minggu ke Jabotabek dan mengeksport pisang Barangan Merah dan Kuning ke negeri JiranMalaysia, Singapura bahkan sampai ke Jepang.
 Pada tahun 2006 luas panen tanaman pisang di Sumut mencapai 11.513 ha dengan total produksi 207.832 ton . Total panen tersebut terutama dihasilkan oleh  Kabupaten Deli Serdang, Simalungun. Tapanuli Tengah, Nias, Tanah Karo, Asahan, Tapanuli Utara dan Serdang Bedagai. Rata-rata produktivitas tanaman pisang di Sumut berkisar 7,273 ton ha-1 hingga 20,00 ton ha-1
 
Produktivitas tersebut masih  rendah karena produksi maksimal  dapat mencapai 60 ton ha-1tahun-1 bahkan untuk kultivar group Cavendish ada yang bisa mencapai 100 ton ha-1. Hal tersebut disebabkan budidaya tanaman pisang di Sumut   belum menerapkan inovasi teknologi secara optimal. Sebagian besar pertanaman pisang merupakan usaha pekarangan skala kecil (0,5-5 ha) dengan input produksi dan distribusi minimal.  karena itu mutu dan produktivitasnya  rendah. Disamping itu kehilangan hasil prapanen dan pascapanen masih cukup tinggi. Rendahnya produksi pisang di Sumut terutama disebabkan  penyakit blood disease bacterium (BDB) yang disebabkan Ralstonia solanacearum Phylotipe IV  dan penyakit layu Fusarium olehFusarium sporum f.sp. cubense ,kata Suswati.
Suswati otimis kerjasama yang terabngun antara UMA dan Deliserdang akan dapat mengangkat Deliserdang sebagai komoditi Pisang Barang berkualitas di tanah air.
Menurut Kadis Pertanian Deliserdang WY Rangkuti, penanganan Pisang Barangan selama ini belum maksimal, terutama dalam pengadaan bibit unggulan.
Tujuan kerjasama ini adalah untuk membina dan mensejahterahkan para petani Deliserdang, ucap Rangkuti yang mengaku sebagai alumni UMA 2005 itu.
KabupatenDeliserdang bertekad menjadikan  Pisang Barangan sebagai salah satu komoditi potensial dan unggulan, sehingga kelak dapat mensejahterahkan kehidupan petani didaerah itu,kata Kadis.Or-07
facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login