«

»

Terkait Siswi SDN 101770 Diancam Tak Ikut UAS, Pokja Perlidungan Anak Sumut Laporkan Pihak Sekolah

Medan-ORBIT : Kasus yang menimpa Niviany alias Novi (13) siswa kelas 6 SD Negeri Inti Nomor 101770 Deli Serdang, yang diancam tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS), dikarenakan orang tuanya belum membayar uang perpisahan, mendapat perhatian serius dari Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan Anak Sumatera Utara.

 “Kasus yang menimpa Novi ini merupakan pelanggaran terhadap hak anak mendapat pendidikan. Kita akan melaporkan kasus ini,” tegas Drs Oberlin Charles Tambunan MSc selaku Koordinator Pokja Perlindungan Anak (PA) Sumatera Utara kepada wartawan di Kantor Pokja PA Sumut di Jalan Pelajar no 147 Medan.

Charles menjelaskan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pendalaman kasus yang menimpa novi tersebut. Disamping itu, Pokja Perlindungan Anak Sumut juga akan mendatangani pihak sekolah dan keluarga korban.

“Tindakan pihak sekolah ini tidak bisa dibiarkan. Tindakan seperti ini harus diberi ‘pelajaran’ agar tidak terulang dikemudian hari. Kami akan serius mengawal kasus ini,” tegas Charles yang merupakan anak buah dari Haris Merdeka Sirait (ketua Komnas Perlindungan Anak) ini.

Dirinya menambahkan, Pokja Perlindungan anak merupakan perpanjangan tangan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. Di Sumut, Pokja Perlindungan Anak sudah berdiri di beberapa kabupaten/kota dan diharapkan Poka Perlindungan Anak akan ada di seluruh daerah di Sumutera Utara.

“Kita tidak hanya terkonsentrasi pada kasus kekerasan atau pelecehan seksual kepada anak. Namun kasus seperti yang menimpa Novi ini juga harus mendapat perhatian seirus,” tegasnya.

Terlebih, tambah Charles, saat ini banyak anak sekolah yang mendapat tekanan psikologis dan ancaman dari pihak sekolah, karena masalah ketidakmampuan membayar biaya yang dipatok pihak sekolah.

“Perlu diketahui, usia anak yang dilindungi undang-undang mulai dari dalam kandungan sampai berumur 18 tahun. Jadi kita berharap kepada orang tua ataupun anak yang berusia dibawah 18 tahun yang mendapat tekanan, baik fisikis maupun psikologis, supaya jangan takut untuk melapor,” imbau Charles.

Bagi masyarakat iyang ingin melapor, sebutnya bisa datang langsung ke kantor Pokja Perlindungan Anak Sumatera Utara di Jalan Pelajar no147 Medan, atau menghubungi telefon 0821 6814 7547 atau 0818 819 969. disamoping itu juga bisa melapor melalui emanil : komnaspasumut@hmail.com atau website : www.komnaspasumut.blogspot.com.

Sekedar mengingatkan, dalam pemberitaan beberapa hari lalu, Niviany alias Novi (13) bocah kelas 6 SD Negeri Inti Nomor 101770, terancam tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dikarenakan orangtuanya belum mampu membayar uang perpisahan sebesar Rp185 ribu. Or-10

Leave a Reply