«

»

Uang Saku Peserta PPKSDA Langkat Dipotong

Pemotongan dana saku terhadap para peserta PPKSDA menimbulkan keresahan, namun pihak panitia memberikan alasan kuat terkait pajak, sehingga walau terjadi selisih paham kasus tersebut bisa diredam.

Langkat-ORBIT: Pemotongan uang saku kepada para peserta yang mengikuti Pelatihan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur (PPKSDA), membuat geger berbagai kalangan di Langkat.

Banyak kalangan masyarakat terkecoh, tentang pemotongan uang saku kepada para peserta PPKSDA yang dilaksanakan oleh  bagian Organisasi Setdakab Langkat, sehingga menimbulkan suara sumbang yang tidak enak didengar bahkan sampai menjadi “bisik-bisik tetangga”.

Sebagaimana dikabarkan, biaya keseluruhan untuk kegiatan tersebut ditanggung Pemkab Langkat sebagaimana isi Surat Perintah Nomor: 379/SP/ORG/2011, segala biaya yang timbul akibat surat perintah tersebut,  dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2011 Bagian Organisasi Setdakab Langkat.

Menurut keterangan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan PPKSDA sebanyak  87 personil, dan ini wajib bagi pejabat Eselon III dan IV di jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dilaksanakan di Hill Park & Hotel Sibolangit Kabupaten Deli Serdang pada tgl 18 s/d 21 Juli 2011 lalu.

Silahkan Mengadu

Terkait dengan kasus tersebut, Kabag Organisasi Setdakap Langkat mengaklui pemotongan tersebut. Pemotongan itu merupakan suatu kewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) diluar hasil Pendapatan/Gaji.

Kabag Organisasi Drs Abd Karim, ketika ditemui Harian Orbit Kamis (18/8) diruang kerjanya  menyebutkan, pemotongan  kepada para peserta pelatihan itu sudah suatu kewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) diluar pendapatan/gaji, semestinya mereka terima sebesar Rp 600 ribu. Karena dipotong pajak sebesar Rp 30 ribu mereka hanya terima  Rp 570 ribu, katanya.

“Kalau memang ada dilakukan pemotongan ataupun pengutipan dana kepada para peserta yang tidak wajar, silahkan mereka membuat surat  pengaduan kepada Bupati agar bisa diambil tindakan sebagaimana mestinya.”

Tetapi kenapa pada saat penyerahan bantuan uang saku yang kemudian dipotong pajak mereka tidak ribut, sekarang sudah berlalu sekian lama baru muncul suara yang tidak mengenakan untuk didengar. Inikan aneh, kata Abd Karim sembari menunjukan tanda bukti penyetoran pajak. Od-58

Leave a Reply