bennerorbit

«

»

Zaharuddin Keluarga Rolel Jadi Dirut PDAM Tirta Kualo Langgar Perda

Medan-ORBIT: Model kepemimpinan orde baru (zaman Soeharto) mulai tampak di Kota Tanjungbalai. Fakta itu mendekati kebenaran, soalnya,  pengangkatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo, Zaharuddin Sinaga diduga kuat buah kolusi.

Diketahui, Zaharuddin yang merupakan Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI)

Wilayah Sumut adalah keluarga dekat Wakil Walikota Tanjungbalai, Rolel Harahap. Dugaan kolusi kian terang sebab, Zaharuddin tidak memiliki latarbelakang bekerja di PDAM Tirta Kualo maupun perusahaan swasta lainnya.

Zaharuddin hanya merupakan calon legeslatif (caleg) ‘keok’ dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di pemilu 2009. Makin parah, karena Zaharuddin hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Tebingtinggi dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

 

Langgar Perda

Menanggapi hal itu, Kordinator Kajian dan Advokasi Hukum (Kashum) Sumut, Luhut Parlingoman Siahaan, Minggu (11/9), membeberkan pengangkatan Zaharuddin melanggar Peraturan Daerah (Perda) Tanjungbalai nomor 9 tahun 2009.

Menurut Luhut, dalam Perda mengatur tentang pengelolaan PDAM Tirta Kualo itu ditegaskan, dilarang bagi calon dirut memiliki hubungan keluarga dengan kepala daerah.

“Fakta di lapangan dengan aturan justeru berbanding terbalik. Zaharuddin merupakan keluarga dekat dari Wakil Walikota Tanjungbalai Rolel Harahap. Adik Rolel dan adik Zaharuddin menikah,” paparnya.

Kemudian lanjut Luhut, Perda nomor 9 tahun 2009 juga mengatur tentang persyaratan calon Dirut PDAM Tirta Kualo, yakni harus memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan atau PDAM minimal sepuluh tahun bekerja.

 

Cacat Hukum

“Zaharuddin sama sekali tidak memiliki pengalaman itu. Dia hanya lulusan SMA tamat di Tebingtinggi,” terang dia.

Karena itu, sambungnya, pengangkatan Zaharrudin sebagai Dirut Tirtan Kualo cacat hukum.

Di sisi lain, Luhut menyayangkan sikap Walikota Tamrin Munthe yang dianggap inkonsistensi. Pasalnya, sebelum Dirut PDAM yang lama Ismet Daulay mengundurkan diri dari jabatannya, Tamrin sempat mengatakan kinerja PDAM di bawah kepemimpinan Ismet sangat baik.

Belakangan, tanpa alasan yang jelas Ismet mengundurkan diri. Kuat dugaan, Ismet ditekan. Andai pun, kata Luhut, Ismet mengundurkan diri harusnya bukan Zaharuddin  yang diangkat menjadi Dirut PDAM Tirta Kualo.

“Mengapa harus ipra Rolel Harahap. Macam tidak ada lagi putra yang baik di Tanjungbalai. Ini sangat disayangkan, karena Zaharuddin hanya tamatan SMA dan tidak punya pengalaman,” paparnya.

 

Gunakan Hak Interpelasi

Untuk itu, Luhut berharap DPRD Kota Tanjungbalai menggunakan hak dan wewenang membawa masalah ini ke dalam rapat paripurna.

Luhut pun meminta DPRD Tanjungbalai menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan masalah ini kepada Walikota Tanjungbalai Tamrin Munthe.

Sementara itu, Walikota Tanjungbalai Drs H Thamrin Munte SH, MHum melantik Zaharuddin sebagai Direktur PDAM yang baru berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Tanjungbalai Nomor:599/20/K/2011, tentang pengangkatan Direktur PDAM periode 2011-2015.

Dalam sambutan walikota yang dibacakan Sekdakot Tanjungbala,i Erwin Pane menyinggung kinerja Ismed yang kurang bagusl.

Ismed dinilai tidak profesional serta banyak melakukan kegiatan pemborosan. Sementara itu saat dikonfirmasi Minggu (11/9) malam, ke nomor 0852 6179  0xxx, tentang pelanggaran Perda, Walikota Tanjungbalai Tamrin Munthe mengatakan sedang tidak bisa diganggu.

 

Thamrin mengaku sedang menerima tamu

Begitu juga, saat Harian Orbit menawarkan diri untuk kembali menghubungi, Tamrin mengatakan dirinya tidak tahu kapan tamu itu kan pulang.

Sedangkan Wakil Walikota Tanjungbalai, Rolel Harahap ketika dikonfirmasi perihal kolusi mengangkat iparnya Zaharuddin sebagai Dirut PDAM Tirta Kualo melalui nomor ponsel 08126063xxx tidak aktif.

Sementara itu, Zaharuddin yang dimintai komentar yang sama menandaskan, mekipun dirinya merupakan keluarga dari Rolel Harahap, maka itu tidak akan menyurutkan haknya untuk menduduki sebuah jabatan pemerintahan.

“Saya ini kan juga termasuk warga negara Indonesia yang berhak dipilih dan memilih. Jadi kalaupun saya keluarga Rolel, itu tidak akan menyulutkan hak saya untuk dipilih sesuai UU yang kedudukannya di atas Perda. Kecuali hak saya itu dicabut oleh UU,” ketus Zaharuddin. Saat disinggung mengenai latarbelakang pendidikan, Zaharuddin mengatakan dirinya menamatkan SMA di Tebingtinggi. Om-12/Od-Fik.

1 comment

  1. rudi zhao

    Meskipun Beritanya sudah ketinggalan hampir 2 tahun, tetapi Dirut -nya masih juga sama.
    Yang ingin saya komentari adalah Segera Turunkan Dirut Bodoh itu dan segala jajaran-jajaran KORUPTOR DAN KOLUTOR DI ATAS-NYA.

    MASYARAKAT DI RUGIKAN DENGAN PEMBAYARAN REKENING AIR YANG ASAL MUASAL. HARUS MELAPOR TIAP BULAN UNTUK PERBAIKAN NOMINAL PEMBAYARAN REKENING, PADAHAL AIR TIDAK MENGALIR.

    HARI INI 13 JUNI 2013.

Leave a Reply